Pasar Bebas di Tengah Wabah

Pasar Bebas di Tengah Wabah
©NPR

Jika kita benar-benar mau bertindak demi kepentingan publik, maka prinsip-prinsip pasar bebas, meskipun tengah dilanda wabah, harus selalu tegak. Tidak boleh tidak!

Saya tidak tahu—dan memang tidak mau tahu—seberapa banyak negara-negara hari ini yang mempraktikkan pasar bebas sebagai sistem kebijakannya. Kalaupun ada, saya hanya bisa memastikan bahwa potensi bagi masyarakatnya untuk lebih sehat, lebih kaya, lebih damai, dan lebih maju secara teknologi akan jauh lebih besar dari negara-negara yang berlaku sebaliknya.

Tentu saja, pasar bebas hanya bisa lahir di sebuah negara yang masyarakatnya terdiri dari individu-individu bebas. Sistem yang mengharuskan keterbukaan dan optimisme kuat ini mustahil hadir di tengah-tengah masyarakat yang berpikiran sempit dan pesimis.

Kita tahu, dalam sistem pasar model itu, masing-masing individu percaya bahwa apa yang bisa mereka dapatkan akan selalu lebih besar dari apa yang bisa mereka berikan. Itu sebabnya mereka berani masuk dan berkompetisi; secara sehat

Mereka percaya, kebijakan yang sehat senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip kepemilikan pribadi dan pertukaran sukarela. Mereka tidak akan pernah membiarkan dirinya dicegah apalagi dipaksa melakukan perdagangan; apa pun, termasuk transaksi untuk alat-alat kesehatan.

Jadi, sebagai penganut sistem tersebut, saya berharap negara bisa bertindak lebih adil lagi, sekalipun terhadap mereka yang dicap bodoh. Memberi kemudahan akses bagi mereka yang percaya wabah sama pentingnya dengan memberi pilihan bebas bagi mereka yang berlaku sebaliknya. Tidak boleh tidak!

Baca juga:
    Latest posts by Maman Suratman (see all)