Pecandu Rasa

Pecandu Rasa
┬ęKincir

Rinduku menggebu pada garis waktu
Yang menghantarkan wajahmu pada peraduanku
Sedangkan rindumu terseok pada persimpangan jalan berliku
Mengalah pada jarak yang membunuh rasa tanpa ragu

Lalu menjelma menjadi pecahan algoritma tak terhingga
Tersusun rapi membentuk himpunan semesta
Dan kau tetap sama seperti kurva mengacuhkan angka
Bukankah kau ada karena hadirnya
Sebuah keniscayaan di mana rindu tak selalu hadir

Ia hanya mengambang di lautan kenangan suka dan duka
Yang lambat laun tenggelam di samudera nostalgia
Kemudian hilang tak bernama
Engkau di mana?

Kebisuan dalam Sajakku

Kata perkata kurangkai
Berharap ada yang dengarkan kataku
Walau akhirnya ku tahu kataku ini bisu
Telah kurangkai berjuta sajak lara
Ku buat agar menyudutkan hatimu
Engkau tetap tidak peduli

Akan diriku yang hampa ini
Sepucuk surat lusuh kutemukan
Berisikan siapakah dirimu sebenarnya
Penaku pun tak mampu melukiskannya
Setelah aku memahami bahwa engkau cuma bayangan semuku

Rintihan di Ambang Senja

Masih ingin kulukiskan
Beberapa hal yang bisa terkenang
Seakan kebahagiaan kan selalu bertandang
Kini cahaya tak bisa terlihat lagi

Perjalanan pagi hilang telah selesai
Senja pun pergi; usai
Walau berganti untuk kembali
Bersama awan putih terbawa angin
Luka lara, merintih ibarat kemarin

Menghunus dada tersiksa lahir batin
Akankah cintanya kembali terjalin
Bila diri ini tak berarti lagi
Biarkan! Dan relakan saya pergi

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)