Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Kenapa Baru Marah Sekarang?

Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK Kenapa Baru Marah Sekarang?

Nalar Politik – Mantan Pimpinan DPR RI, Fahri Hamzah, mengkritik 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes wasasan kebangsaan (TWK) sebagai alih status ke aparatur sipil negara (ASN).

Melalui perbincangannya bersama detikcom, Fahri mempertanyakan mengapa keributan baru terjadi setelah mereka dinyatakan tidak lolos.

“Soal tes, kenapa waktu tes lu nggak marah, waktu nggak lulus baru marah, kan nggak fair dong. Lu kalau mau marah pas lagi tes. Bilang dong ini soalnya nggak fair. Anak SD juga nggak boleh begitu,” kata Fahri (11/6).

Fahri menilai polemik TWK mestinya sudah berakhir. Alih status pegawai KPK sebagai ASN, jelasnya, sudah dilakukan pula oleh lembaga penegak hukum lain.

“Sudahlah, kalah menurut saya ini adalah fase akhir, jadi biarin saja ini akan berlalu karena negara harus terkonsolidasi. Kalau nggak mau ada ASN, terus mau gimana?”

“Hakim, DPR, polisi, jaksa, semua ASN, masa ada lembaga sendiri yang nggak boleh pakai ASN. (Ada yang sebut) oh itu supaya independen. Kalau gitu semua, bikin independen aja, polisi, jaksa, BIN, bikin sendiri, apa nggak kacau republik?”

Fahri menambahkan, revisi UU KPK juga menjadi bagian dari integrasi KPK dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Ia turut mengkritik KPK yang seharusnya menjalankan tugas koordinasi, bukan malah berselisih dengan lembaga lain.

“Jadi ini yang mau diintegrasikan oleh sistem jadi perubahan UU ini adalah ikhtiar untuk mengitegrasi KPK dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan mengintegrasi KPK dalam sistem pemerintah dan kenegaraan kita. Karena selama ini lebih banyak seperti bola liar, kayak LSM, makanya berantem terus sama yang lain.”

Nasib 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai ASN melalui TWK disebut telah ditentukan. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 24 orang yang disebut bisa dibina lagi dan 51 orang yang disebut tidak bisa dibina. [de]