Pelaku Usaha Menunggu Implementasi Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Pelaku Usaha Menunggu Implementasi Aturan Turunan UU Cipta Kerja
©Jurnal.id

Nalar Politik – Pelaku usaha Hari Hardono menyampaikan, ada dua persoalan utama yang selama ini dikeluhkan para pelaku usaha. Yakni, masalah perizinan dan kepastian hukum.

UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja dihadirkan salah satunya untuk atasi dua persoalan utama itu. Ia menangkap semangatnya dari aspek kemudahan, perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan ekosistem berusaha.

“Kita menangkap semangat dari UU Cipta Kerja ini kemudahan, perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan ekosistem berusaha. Persoalan-persoalan yang pelaku usaha keluhkan ingin diberantas melalui UU ini,” kata Hari dalam diskusi daring bertajuk Membedah Semangat Entrepreneurship dalam UU 11/2020 yang digelar Rumah Inspiratif dan KAGAMA, Rabu (09/12).

Menurut Hari, para pelaku usaha selama ini mengeluhkan persoalan perizinan dan kepastian hukum yang menyusahkan pelaku usaha sejak memulai hingga saat menjalankan usaha. Soal kepastian hukum dalam usaha, ia menilai tidak pasti. Untuk itu, ia berharap UU ini segera diimplementasikan.

“Kami pelaku usaha masih menunggu aturan-aturan turunan dari UU Cipta Kerja. Semoga dalam waktu tiga hingga empat bulan semuanya sudah clear dan segera diimplementasikan,” harap CEO dan Owner Saraswanti Group ini.

Kata Hari, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki andil dalam menghadirkan UU Cipta Kerja ini untuk atasi persoalan-persoalan yang sering Jokowi hadapi sendiri saat masih aktif sebagai pengusaha.

“Beruntung sekali Indonesia dipimpin seorang Presiden mantan pengusaha kayu. Beliau mengerti betul kesulitan dan permasalahan berwirausaha yang serba-mbulet,” tutur Hari.

Hari kemudian menjelaskan, target utama dari kemudahan, perlindungan, pemberdayaan, dan peningkatan ekosistem berusaha dalam UU Cipta Kerja itu adalah untuk memaksimalkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), investasi pemerintah, percepatan proyek strategis pemerintah. Untuk itu, ia kembali menyampaikan harapannya agar UU Cipta Kerja segera diimplementasikan.

Dalam kesempatan ini, pengusaha yang memulai usahanya dari nol dan menaungi 6000-8000 karyawan ini, juga memberikan kiat-kiat berwirausaha. Pertama, berani memulai dari yang kecil.

“Tanpa keberanian untuk memulai dari yang kecil, maka cita-cita menjadi entrepreneur hanya jadi angan-angan,” ujarnya.

Kedua, harus ingat bahwa tidak ada usaha yang mudah tapi tidak ada yang mustahil dilakukan. Ketiga. kerja keras, ulet, cepat, dan kreatif. Keempat, maksimal untuk mencurahkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk usaha. Kelima, menjaga komitmen. Keenam, setelah semua diupayakan, berpasrah kepada Tuhan.

“Dengan adanya kemudahan memulai usaha dalam UU Cipta Kerja ini, pasti kompetisi usaha akan makin ketat. Bagi semua pemula, camkan bahwa tidak ada usaha yang mudah tapi tidak ada yang mustahil,” ucapnya.

Hari menambahkan, dalam menghadapi persaingan usaha, yang harus dilakukan adalah berusaha menjadi lebih baik dari para pesaing. Itu dengan  memaksimalkan pelayanan, harga, dan kualitas agar lebih bersaing dan menarik bagi konsumen.