Pemajuan Peradaban: Konsistensi Melahirkan Generasi Terbaik

Pemajuan Peradaban: Konsistensi Melahirkan Generasi Terbaik
©Aktual

Telah banyak kisah yang telah diceritakan, baik secara teks maupun lisan, dalam pemajuan peradaban manusia. Kisah akan pemajuan peradaban manusia terdapat dua versi, yaitu pandangan agama dan pandangan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Tentunya persoalan ini tidak harus menjadi perdebatan yang panjang, sebab bagi orang yang tidak percaya dengan teori evolusi tentunya beranggapan bahwa manusia saat ini lahir dari keturunan Nabi Adam. Begitu pun sebaliknya.

Namun pemajuan peradaban manusia saat ini tentunya berada di pundak generasi pada setiap masanya. Sebagaimana peradaban Yunani yang mampu berkembang dengan meninggalkan pola pemikiran mitos menuju pemikiran yang empiris. Hal demikian terjadi karena generasi saat itu mampu memberikan sumbangsih perkembangan peradaban yang maju. Sampai saat ini, peradaban Yunani selalu menjadi rujukan dalam setiap proses perkembangan, khususnya pemajuan ilmu pengetahuan.

Menurut Prof. Hamid Syarkasi, kemajuan peradaban Islam dan Barat saat itu tidak terlepas dari peradaban Yunani yang telah mengawali pemajuan tersebut. Islam mengambil contoh kepada Yunani, begitu pun Barat mengambil contoh terhadap pemajuan peradaban Islam saat itu. Semua itu disebabkan generasi yang ada merupakan generasi terbaik yang mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan karya terhadap peradaban masing-masing.

Persoalan yang Ada

Menjadi tugas bersama untuk membentuk generasi terbaik. Pada dasarnya dalam pandangan Islam telah mengatakan bahwa umat manusia merupakan generasi yang terbaik, hanya saja gelar tersebut banyak yang tidak memahami dan mendalami. Semua itu disebabkan karena pemahaman yang belum utuh terhadap bagaimana tugas dan fungsi kita sebagai umat manusia untuk membentuk generasi yang mampu memajukan peradaban kita saat ini.

Persoalan yang timbul ialah tidak adanya keyakinan atas diri bahwa sebagai manusia kita memiliki tugas yang begitu berat untuk mendidik generasi kita saat ini. Pola didikan yang saat ini berkembang ialah pola didikan Barat yang memberikan kebebasan kepada generasi untuk semaunya melakukan apa yang ia inginkan. Peran keluarga (orang tua) tidak lagi menjadi penting dalam kehidupan. Sebagaimana penelitian yang ada bahwa peran keluarga saat ini tidak lagi menjadi penting untuk dilaksanakan.

Selanjutnya ialah kualitas pendidikan yang tidak memadai. Banyak generasi muda kita yang tidak memiliki akses untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini disebabkan kesadaran dan akses pendidikan yang terlalu mahal menjadikan banyak generasi yang harus berhenti di tengah jalan. Akhirnya, ini berpengaruh kepada sumber daya manusia dan akan menjadi sulit untuk mengembangkan peradaban.

Kemudian yang terakhir adalah bagaimana tidak adanya patron tokoh atau ulama dalam kehidupan ini. Ulama atau tokoh bangsa ini tidak lagi mendapatkan tempat kepercayaan terhadap masyarakat disebabkan adanya pengaruh dari luar yang menampakkan keburukan tokoh atau ulama yang itu berdampak kepada seluruhnya.

Persoalan yang ada ini tentunya harus mampu dipecahkan dan diberikan jalan keluar. Setidaknya pada penjelasan di atas tadi ada tiga poin penting yang harus diperhatikan, yaitu bagaimana kita harus menjaga keluarga sebagai basis pertama dan utama generasi kita, yang kedua tingkat pendidikan, dan ketiga ialah bagaimana tokoh dan ulama bangsa ini mampu menjadi patron peradaban yang maju.

Membentuk Generasi Terbaik

Untuk itu, ketiga poin di atas perlu dibincangkan kembali bagaimana agar mampu memberikan realisasi terhadap peradaban manusia di era posttruth ini. Pendidikan keluarga merupakan fondasi awal seorang anak, atau dalam bahasa agama disebut sebagai madrasatul ullah (sekolah pertama) bagi seorang anak. Pembentukan fondasi awal sangatlah penting mengingat memberikan landasan kokoh terhadap karakter dan sifat seorang anak agar menjadi seorang anak yang mampu memberikan sumbangsih yang begitu baik untuk peradabannya kelak.

Tentunya hal itu didorong dengan kualitas pendidikan yang mumpuni. Bangsa ini keluar dari penjajahan bukan hanya karena semua pahlawan berperang menegakkan senjata, melainkan ada aktor intelektual yang selalu hadir di kancah internasional untuk mengampanyekan kemerdakaan bangsa ini. Tentunya semua didororng dengan kualitas pendidikan yang mumpuni. BJ Habibie bisa menjadi insinyur yang terkenal, karyanya dipakai di belahan negara Eropa, itu semua karena kualitas pendidikan yang dimiliki.

Maka, kehadiran seorang tokoh atau ulama dalam Islam dijadikan sebagai referensi dalam rangka pemajuan peradaban. Majunya sebuah peradaban tidak terlepas dari pemikiran seorang tokoh dan ulama bangsa yang selalu hadir memberikan sumbangsih kritikan yang membangun untuk pemajuan peradaban. Agus Salim, Soekarno, Bung Hatta, Buya Hamka, Muhammad Natsir, dan yang lainnya merupakan tokoh ulama yang telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran yang memajukan peradaban Indonesia sampai saat ini.

Maka tugas kita ialah merawat ini semua. Peradaban bangsa ini harus tetap dimajukan. Kita hanya perlu kembali memperhatikan pendidikan kelurga untuk menciptakan kualitas pendidikan yang bermutu, serta menghargai dan meyakini tokoh dan ulama yang telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran untuk pemajuan peradaban bangsa ini.

Baca juga:
    Asman