Pembentukan Kabinet dan Kemungkinan SJW-Islamis Berkoalisi

Pembentukan Kabinet dan Kemungkinan SJW-Islamis Berkoalisi
©Twitter

Nalar Politik – “Setelah kabinet terbentuk, lalu apa?” Demikian peneliti LIPI Amin Mudzakkir berkicau. Ia meramalkan kemungkinan terjadinya koalisi antara social justice warrior (SJW) dengan kaum islamis lantaran kekecewaan melihat pembentukan Kabinet Indonesia Maju.

“Kemungkinan adanya blok oposisi yang baru. Sangat mungkin SJW yang kecewa akan berkoalisi secara lebih terbuka dengan kaum islamis PKS dan HTI. Motivasinya tentu berbeda, argumennya berbeda, tetapi tujuannya bisa sama,” kata Amin melalui keterangan tertulisnya, Rabu (23/10).

Sebelumnya ia bercerita mengenai perbincangannya dengan Ibnu Nadzir, salah seorang koleganya di LIPI.

“Saya pernah bilang begini (ke Ibnu Nadzir). Bahwa meskipun Ma’ruf Amin adalah wakil Jokowi yang telah memenangkan pemilu, saya tidak melihat kemenangan PBNU. Hari ini hal itu terbukti,” kisahnya.

Amin tampak memastikan kalau Jokowi tidak mengajak serta Ma’ruf Amin dalam pembentukan kabinet. Hal itu dinilai dari hilangnya Kementerian Agama yang secara tradisional merupakan sawah dan ladangnya NU, diberikan kepada mantan tentara.

“Terlalu. Namun orang-orang berkata, itulah politik.”

Meski demikian, ia mengatakan bahwa itu bukanlah hal yang terlalu mengejutkan. Sebab Jokowi, di mata Amin, memang seorang politisi ulung.

“Setelah Soeharto, sosok yang kehebatan berpolitiknya sebanding dengannya hanya SBY. Probowo ternyata cukup dikasih jabatan menteri.”

Amin juga tetap mengucapkan selamat atas terbentuknya kabinet baru. Ya, walau mungkin tidak atau kurang sesuai dengan apa yang diharapkannya, terutama harapan SJW dan kaum islamis.

“Mari kita beri selamat. Semoga mereka, para menteri itu, bisa bekerja. Rakyat menunggu.” [fa]

Baca juga: