Pemuda, Generasi Emas Indonesia yang Diharapkan

Pemuda, Generasi Emas Indonesia yang Diharapkan
©Rumah Baca

Dalam sejarah perjuangan bangsa ini, pemuda menjadi kunci kemerdekaan Indonesia secara de facto. Tanpa terkecuali para pendiri bangsa ini, di usia yang sangat muda mampu menjadi ujung tombak dalam mengusahakan kemerdekaan.

Siapa yang tidak mengenal Bung Karno, Muhammad Hatta, Tan Malaka, Sutan Syahrir, dan yang lainnya? Mereka adalah pemuda yang menjadi generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju kemerdekaan yang hari ini kita rasakan.

Selain itu, bagaimana dinamika golongan tua dan pemuda saat itu yang menghasilkan penculikan Soekarno oleh kalangan muda yang mendesak agar segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia saat Jepang mengalami kekelahan oleh sekutu.

Di tahun 1998 sejarah juga mencatat, bahwa kaum pemuda yang berjuang dalam menumbangkan rezim otoriter sampai saat ini kita semua merasakan namanya kebebasan. Tentunya mereka sangat memiliki peran yang luar biasa sebagaimana kata-kata apik yang selalu dikatakan oleh Bung Karno saat membakar semangat kalangan muda. Ia mengatakan, “Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia.”

Hal tersebut jika dipikirkan, manalah mungkin seorang pemuda mampu mengubah dunia? Di balik itu ternyata Bung Karno ingin mengatakan bahwa semua itu bisa terjadi jika semuanya bersatu padu dalam satu kesatuan yang utuh.

Masalah Hari Ini

Sebab di era modern menghasilkan masyarakat atau pemuda yang individualistik. Itu semua disebabkan tidak adanya lagi patron yang mampu dicontoh, bahkan lebih dari itu, penyimpangan sosial menjadi persoalan yang utama.

Narkoba, balapan liar, bermain game sepanjang waktu, tidak lagi memikirkan pendidikan dan sebagainya. Sehingga menyebabkan menurunnya idealisme serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Pemuda yang merupakan bagian dari kelompok sosial bukan hanya sekadar anak muda yang sekadar hidup melewati masa muda tanpa adanya gebrakan dan karya yang dibuat dalam lingkungan masyarakat. Maka Buya Hamka mengatakan jika hanya sekadar hidup, kera di hutan juga bisa hidup.

Selain itu, bergesernya pemahaman anak muda saat ini menjadikan masalah ini sangat genting. Mengingat generasi muda adalah bagian terpenting dari keberlangsungan bangsa ini. Najwa Shihab memberikan pesan yang luar biasa kepada pemuda agar hari ini turun tangan berkarya nyata menjawab semesta Indonesia.

Penulis juga sangat riskan melihat salah satu podcast YouTube yang memberikan pertanyaan mengenai pancasila; dari sepuluh anak yang diberikan pertanyaan hanya dua anak yang mendekati benar. Tentunya ini sangat miris sekali mengingat pancasila ini merupakan ideologi negara dan selalu didapatkan dalam pelajaran di sekolah-sekolah. Sehingga yang kemudian menjadi pertanyaan, apa sebenarnya yang membuat masalah ini semakin rumit?

Pemuda Menjadi Harapan

Jika dibandingkan dengan zaman dulu, tentunya sangat berbeda dengan saat ini. Pemuda zaman dulu, keadaan yang benar-benar membuat mereka harus mengumandangkan persatuan anak bangsa. Nasionalisme yang tinggi, terpatri dalam diri menjadi kekuatan untuk melakukan perubahan.

Ketika suatu rumah tua, yang tiang-tiang penyangganya mulai rapuh dan sedikit lagi hancur, maka mengganti dengan yang baru, yang lebih kuat dan kokoh merupakan satu keputusan yang bijak.

Pemuda diibaratkan sebagai tiang baru yang kuat dan kokoh sebagai peyangga bangsa ini dan alam raya ini. Maka pemuda harus memiliki semangat juang yang tinggi. Jadikan para pendahulu kita sebagai rool model dalam menjalankan tugas perubahan.

Saat ini, untuk memajukan bangsa yang begitu besar ini, dengan keragaman yang luar biasa, membangun daerah dan sebagainya, dibutuhkan perubahan sumber daya manusia dengan melalui pendidikan. Di era modern ini, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi landasan pemuda untuk menjadi generasi pelanjut tampuk pimpinan umat.

Memperkaya dengan ilmu serta dibarengi dengan ahklak merupakan bagian ciri khas pemuda Indonesia. Lihat bagaimana Agus Salim dan Muhammad Natsir menjadi contoh teladan yang luar biasa. Ahklak yang begitu mulia serta ilmu pengetahuan yang mumpuni menjadikan mereka pemimpin bangsa ini yang hebat.

Maka pemuda hari ini, apalagi Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, tentunya harus mempersiapkan ilmu pengetahuan yang mumpuni agar mampu menguasai dunia seperti kata Bung Karno, dan membanggakan nama bangsa ini, yang sudah lama tidur lelap dalam keheningan. Sehingga tugas kita sebagai pemuda, membangkitkan macan Asia yang sedang tertidur ini.

    Asman