Penentuan Calon Legislatif Mesti Tebang Pilih

Penentuan Calon Legislatif Mesti Tebang Pilih
Karikatur Calon Legislatif | IST

Nalar PolitikAlmas Sjafrina, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), menekankan keharusan bagi partai politik untuk tebang pilih dalam menentukan calon legislatif. Hal tersebut ia utarakan melalui artikelnya berjudul Tebang Pilih Calon Anggota Legislatif—Kompas.

“Pendaftaran calon anggota legislatif mulai dibuka sejak 4 Juli hingga 17 Juli 2018. Sebelum itu, partai politik penting melakukan tebang pilih siapa yang akan mereka calonkan,” mulainya.

Sejak April lalu, tahapan pendaftaran calon legislatif telah memanas. Terlebih setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan bahwa mantan narapidana (kasus korupsi) tidak bisa mencalonkan diri. Hal ini demi menghadirkan daftar calon yang lebih bersih dan layak pilih.

Kasus korupsi anggota legislatif memang sudah jadi catatan memuakkan. Tidak saja di tingkatan nasional, kasus serupa juga terjadi di tingkat daerah. Per hari ini saja, lebih dari 100 anggota DPRD sudah jadi tersangka kasus korupsi.

“Maraknya anggota legislatif terlibat korupsi membuat citra lembaga wakil rakyat semakin memburuk. Hasil survei Global Corruption Barometer menyebut, DPR dinilai publik sebagai lembaga paling korup tahun 2016.”

Survei dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) juga menyatakan demikian. Pada 2017, kepercayaan publik terhadap DPR semakin rendah. Maka itu, menurut Almas, memperbaiki citra, kinerja, dan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif menjadi penting sebagai kerja keutamaan.

“Pemilu 2019 merupakan momentum yang tepat bagi lembaga legislatif berbenah diri. Pembenahan tersebut perlu dimulai sejak tahap paling awal, yaitu sejak penyeleksian daftar caleg.”

Meski demikian, kebutuhan caleg yang lebih bersih dan layak pilih, lanjut Almas, harus menjadi kerja utama partai politik. Tidak hanya bertitik tumpu pada KPU. Karena memang, sebagai satu-satunya peserta pemilu, hanya partai politiklah yang punya kuasa untuk dapat mendaftarkan para caleg.

“Pada dasarnya, kompetisi dan peluang untuk mengubah wajah legislatif periode 2019-2024 dimulai dari seleksi internal partai politik. Suatu tahap di mana partai menentukan siapa saja yang akan mereka daftarkan ke KPU.”

_____________

Baca juga: