Pengaruh Hak Milik terhadap Kebijakan Ekonomi Liberal

Pengaruh Hak Milik terhadap Kebijakan Ekonomi Liberal
©Pixabay

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang bekerja sama. Bertolak belakang dengan tindakan individu yang berdiri sendiri, kerja sama berdasarkan prinsip pembagian kerja memiliki kelebihan karena menghasilkan produktivitas lebih besar.

Jika sejumlah orang bekerja sama sesuai dengan prinsip pembagian kerja, mereka akan menghasilkan (dalam kondisi serupa) jauh lebih banyak dari yang bisa mereka produksi sendiri-sendiri sebagai individu mandiri. Semua peradaban manusia didasarkan pada fakta ini. Bahwa pembagian kerjalah yang membuat manusia dibedakan dari binatang.

Pembagian kerjalah yang telah menjadikan manusia yang lemah, yang jauh lebih rendah dari kebanyakan binatang dari segi kekuatan fisik, sebagai penguasa bumi dan pencipta keajaiban teknologi. Tanpa pembagian kerja, kita tidak akan mungkin berada pada tingkat kemajuan seperti saat ini. Dibandingkan dengan kemajuan yang dicapai nenek moyang kita seribu atau sepuluh ribu tahun lalu.

Kerja manusia saja tidak mampu meningkatkan kesejahteraan kita. Agar memberi hasil, pekerjaan harus diterapkan pada bahan-bahan dan sumber daya bumi yang disediakan alam untuk kita.

Tanah, dengan semua zat dan sumber daya yang terkandung di dalamnya, dan tenaga kerja manusia merupakan dua faktor produksi. Melalui kerja sama di antara keduanya menghasilkan semua komoditas yang memenuhi semua kebutuhan jasmaniah kita.

Dalam rangka produksi, kita harus mengerahkan tenaga kerja dan faktor-faktor material produksi. Termasuk tidak hanya bahan baku dan sumber daya yang kita miliki, yang disediakan oleh alam dan kebanyakan ditemukan di bumi, tetapi juga produk-produk antara yang dihasilkan dari faktor-faktor alamiah utama produksi melalui kerja manusia.

Dalam bahasa ilmu ekonomi, kita membedakan tiga faktor produksi berdasarkan urutannya: tenaga kerja, tanah, dan modal.

Lahan dipahami sebagai segala sesuatu yang disediakan alam untuk kita dalam bentuk bahan-bahan dan sumber energi di bumi, di bawah, dan di atas permukaan bumi, dalam air, dan di udara. Barang-barang modal adalah semua barang setengah jadi yang diproduksi dari bumi dengan bantuan tenaga manusia, yang dibuat untuk menghasilkan produk lanjutan, seperti mesin, peralatan, barang-barang setengah jadi dari berbagai jenis, dan lain-lain.

Baca juga:

Sekarang, mari kita tinjau dua sistem berbeda dari kerja sama manusia di bawah pembagian tenaga kerja. Yaitu yang berdasarkan kepemilikan pribadi atas alat produksi dan yang berbasis kepemilikan umum atas alat-alat produksi.

Pembagian kedua disebut sosialisme atau komunisme; yang pertama, liberalisme, atau juga (setelah pada abad kesembilan belas ia menciptakan pembagian kerja yang mencakup seluruh dunia) kapitalisme. Kaum liberal berpendapat bahwa satu-satunya sistem kerja sama manusia yang bisa berjalan dalam masyarakat yang didasarkan pada pembagian kerja adalah kepemilikan pribadi atas alat produksi.

Mereka berpendapat bahwa sosialisme sebagai sebuah sistem yang komprehensif yang mencakup semua alat produksi tidak bisa dilaksanakan. Meskipun bukan tidak mungkin dapat menyebabkan penurunan produktivitas tenaga kerja. Sehingga alih-alih menciptakan kekayaan yang lebih besar, sosialisme sebaliknya mengakibatkan berkurangnya kekayaan.

Oleh karena itu, program liberalisme, jika diringkas dalam satu kata, harus dibaca sebagai kekayaan, yaitu kepemilikan pribadi atas alat produksi (karena dalam hal komoditas siap konsumsi, kepemilikan pribadi adalah soal biasa dan tidak diperdebatkan bahkan oleh kelompok sosialis dan komunis). Semua tuntutan lain liberalisme berasal dari tuntutan pokok ini.

Sejajar dengan kata “kekayaan” dalam program liberalisme, orang mungkin dengan cukup tepat menempatkan kata-kata “kebebasan” dan “perdamaian”. Kata-kata itu ditempatkan bersandingan bukan karena hal itu dilakukan program-program liberalisme terdahulu. Kita telah mengatakan bahwa program liberalisme masa kini telah melampaui program lama liberalisme. Bahwa program liberalisme saat ini didasarkan atas wawasan yang lebih dalam dan pemahaman lebih baik terhadap hubungan timbal balik karena dapat menuai manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Kebebasan dan perdamaian ditempatkan di garis depan program liberalisme. Bukan karena banyak kaum liberal yang terdahulu menganggap kebebasan dan perdamaian sederajat dengan prinsip dasar liberalisme itu sendiri. Dan bukan sekadar konsekuensi ikutan dari salah satu prinsip fundamental kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi. Tetapi semata-mata karena kebebasan dan perdamaian telah menjadi korban serangan yang begitu sengit dari para penentang liberalisme.

Kaum liberal tidak ingin terlihat melalui penghilangan prinsip-prinsip ini. Mereka mengakui kebenaran dari keberatan yang diajukan terhadap mereka.

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)