Pentingnya Seleksi Internal Bakal Caleg Partai Politik

Pentingnya Seleksi Internal Bakal Caleg Partai Politik
Ilustrasi Calon Legislatif | IST

Nalar PolitikGagasan Almas Sjafrina, sebelumnya, berseru soal keharusan partai politik tebang pilih menentukan calon legislatif. Dan salah satu caranya adalah memulainya dari seleksi internal partai politik.

Tentu, seleksi internal adalah cara paling ampuh dalam mempersiapkan kader-kader unggul, bersih, dan layak pilih. Tahap ini, sebagaimana ditegaskan Almas, merupakan tahap di mana partai menentukan siapa saja yang akan mereka daftarkan ke KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Terdapat tiga hal penting untuk partai politik lakukan dalam proses ini. Pertama, melakukan evaluasi dan pemetaan kebutuhan kelembagaan legisatif ke depan,” urainya.

Dalam mewujudkan ini, partai politik perlu melihat kuantitas dan kualitas produk legislasi yang dihasilkan. Pun peninjauan tingkat kepercayaan publik terhadap DPR/DPRD berdasar sejumlah hasil survei yang ada.

Langkah kedua adalah menyusun kriteria caleg berdasar evaluasi dan penilaian publik.

“Rendahnya tingkat kepercayaan publik harus dijadikan alarm bahwa publik menghendaki formasi anggota dewan yang lebih baik.”

Kriteria penting yang harus dicermati di sini, lanjut Almas, adalah bersih dari dugaan korupsi. Bahwa partai politik seharusnya selangkah lebih maju dari KPU, dengan tidak mencalonkan tersangka atau terdakwa korupsi, sebagaimana marak partai politik lakukan pada pemilu 2014.

“Pencalonan tersangka tidak sejalan dengan semangat perbaikan legislatif. Pun tidak sejalan dengan deklarasi antikorupsi yang kerap digaungkan partai.”

Dan yang ketiga adalah melakukan evaluasi terhadap individu anggota DPR dan DPRD.

“Tren yang kerap muncul pada pemilu legislatif adalah partai politik banyak mencalonkan anggota dewan petahana. Bukan tidak boleh, pencalonan anggota petahana perlu diawali dengan evaluasi terhadap kinerja mereka.”

Karena memang, sebagaimana fakta membuktikan, tidak semua anggota legislatif bekerja dengan baik dan layak pilih kembali. Maka itu, penting mempertimbangkan kinerja, kedisiplinan, etik, dan dugaan keterlibatan mereka dalam kasus korupsi atau kejahatan lainnya.

“Sejumlah anggota DPR periode 2014-2019 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dengan kasus lama.”

Dengan demikian, adanya seleksi internal yang baik di tubuh partai, harap Almas, dapat menyuguhkan daftar caleg yang lebih layak pilih dan sesuai kebutuhan kelembagaan legislatif.

“Dikombinasikan dengan aktifinya publik memberi tanggapan saat daftar calon sementara diumumkan dan penyelenggaraan pemilu yang bersih, kita berharap bukan tidak mungkin lembaga legislatif ke depan akan membaik.”

_____________

Baca juga: