Per Tahun, 3 Juta Lapangan Kerja Tercipta lewat UU Cipta Kerja

Per Tahun, 3 Juta Lapangan Kerja Tercipta lewat UU Cipta Kerja
©Issuu

Nalar Politik – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah memastikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja akan mampu membuka hingga 3 juta lapangan kerja baru per tahun.

Hal tersebut merupakan dampak lanjutan dari pengimplementasian UU Cipta Kerja yang diperkirakan akan mendorong pertumbuhan investasi dalam negeri hingga 6,6 persen sampai 7 persen.

“Pertumbuhan nilai investasi itu akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi nasional diyakini akan mencapai 5,7 persen sampai 6 persen per tahun,” kata Menaker Ida dalam telekonferensi, Selasa (22/12).

“Sehingga, dengan demikian, maka akan tercipta 2,7 hingga 3 juta lapangan kerja per tahun,” tambahnya.

Menaker Ida menilai, penciptaan lapangan kerja hingga tiga juta lapangan kerja inilah yang nantinya akan menjadi salah satu kunci atau key driver bagi sejumlah upaya pemulihan perekonomian nasional, yang digenjot pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini.

Selain itu, salah satu hal penting lainnya dari penerapan UU Cipta Kerja adalah pemulihan ekonomi nasional. UU Cipta Kerja itu juga akan memberikan ruang yang besar bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi.

“Karena di dalam UU Cipta Kerja ini isinya menawarkan berbagai macam kemudahan berusaha dan perlindungan bagi UMKM,” kata Ida.

Dia juga optimistis bahwa dengan mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM, maka hal itu akan dapat memberikan kontribusi penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Sebab, sebagai salah satu ranah yang menyediakan lapangan kerja terbesar bagi masyarakat Indonesia, saat ini sekitar 97 persen dari jumlah pekerja di Tanah Air memang bekerja di sektor UMKM tersebut.

“Dari 11 klaster UU Cipta Kerja, salah satunya adalah klaster ketenagakerjaan sebagai klaster yang paling banyak diperbincangkan di masyarakat. Karena klaster ketenagakerjaan ini memang sangat penting dalam proses pertumbuhan ekonomi nasional di 2021,” ujarnya. [vi]

Baca juga: