Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat

Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat
Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM dalam diskusi bulan ke-3, Rabu, 18 Oktober 2017

Nalar PolitikPangan fungsional. Demikian tema yang diusung oleh Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM dalam diskusi bulan ke-3, Rabu, 18 Oktober 2017. Bekerja sama dengan Pusat Studi Energi UGM, diskusi ini terselenggara dalam rangka peringatan hari Pangan Dunia yang jatuh setiap 16 Oktober.

Selaku pembicara, Satyaguna Rakhmatullah menyampaikan bahwa pangan fungsional sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita,” tandas alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM itu.

Lebih jauh, Satyaguna yang juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY menerangkan bahwa pangan fungsional yang jumlah sangat banyak itu sangat mudah ditemui di mana-mana. Di lingkungan sekitar kita, pangan fungsional itu bisa berupa umbi, sayur, maupun buah-buahan.

Untuk itu, ia pun mengharapkan peran pemerintah dalam mendorong kampanye pangan fungsional ini. Tujuannya sendiri adalah guna meningkatkan taraf hidup masyrakat, baik dari aspek kesehatan maupun kontek ekonomi.

“Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagai ciri khas daerah tersebut. Ini sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat,” terang Satyaguna kembali.

Terkait diskusi bulanan ini, Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi, diharapkan tetap berjalan. Forum-forum semacam ini, baginya, sangat penting dalam mengembangkan sudut pandang multi-perspektif. Ya, guna keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan, terutama yang terkait dengan kebijakan pangan.

“Yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan,” tandasnya.

___________________

Artikel Terkait:

    Redaksi

    Reporter Nalar Politik
    Redaksi