Percakapan Sunyi

Percakapan Sunyi
┬ęGLS

Menatap langit selepas hujan
Asap putih pun mengepul dalam percakapan sunyi
Aku bertarung dengannya dalam kebingungan
Yang mengagungkan kata dari mulut menjadi kunci

Ini bukan sebuah kepergian
Saat senja tumpah ruah pada gerimis
Bukankah setia yang telah kau sudutkan
Keasyikanmu sering bercerita dengan separuh napas

Tak apalah biar langit itu retak
Dengan gemuruh rinduku dalam hati
Yang merintih penuh tergoyah
Di sudut-sudut keasingan sunyi

Bahkan aku enggan beranjak selangkah
Dengan degup rasa penuh sesal
Kau cinta dalam imanku
Yang mengintipku dari keasingan sunyi

Untaian Kata dari Relung Jiwa

Melaju kata menggegap di pelabuhan jiwa
Mencari makna kehidupan selanjutnya
Berbekal rasa dan asa berpaut bersama
Dalam buaian masa depan berdua

Menguntai arti perjalanan senja
Tatkala menemani tenggelamnya sang surya
Dalam pesona tiada penawar jua
Membumbung indah keemasan di ufuk sana

Masih menggenggam harapan saat duduk diam
Menengadah ke langit saksi bisu terpejam
Dalam segala gejolak mengaduh menghujam
Akan sebuah kisah yang terus terpendam

Tentangmu

Semalam aku kembali menjadi tulisan
Tanpa wajah dan suara
Tubuhku menjadi huruf
Kakiku menjadi kata-kata

Aku menjadi sebuah makna
Tanpa gambaran yang tajam
Tentang siapa aku
Biarlah tetap bagiku
Biar sinar mataku tetap asing

Dan suaraku hanya sayup
Menjadi serupa awan
Supaya yang berjalan menuju kepalamu bukan bayangan
Tetapi sebuah jiwa yang menemukan maknanya

Luka yang Tak Iba

Gemuruh amarah membuncah di dada
Goresan dusta mengepakan sayapnya
Puisi lara mengiringi resah yang melanda
Ketika sapa tak lagi jadi penggores cerita

Engkau..
Kenapa harus pergi dan meninggalkan luka
Kenapa harus dengan sakit di dada
Kenapa tidak dengan kata yang berharga
Hingga tidak menghadirkan luka di dalamnya

Engkau..
Menyakitiku hingga dasar terdalam
Kau tenggelamkan aku dalam kesakitan
Kau campakkan aku tanpa perasaan

Hingga rasaku pun tidak lagi bisa melawan
Rasaku pasrah tidak butuh ditahan
Semua akhirnya hilang tertelan kepalsuan

    Latest posts by Lalik Kongkar (see all)