Perihal Mencintai Adalah Sumber Luka

Soal rasa ini, sudahku siapkan sejak awal perjumpaan kita. Tapi kapan waktu yang tepat untuk semua ini? Aku bukanlah dari golongan mudah yang buru buru memproklamasikan perasaan ini padamu. Aku masih trauma! Jangan-jangan masih ada sisa bom waktu yang berisikan perasaanmu terhadap laki-laki itu. Aku tak mau pada akhirnya aku terluka lagi.

Hingga suatu masa kuungkapkan perasaan ini padamu. Jingga yang menguning dan desiran ombak kala itu menjadi saksi bagaimana seorang laki-laki terluka lagi. Sedang di saat yang sama seorang perempuan memulai untuk terluka lagi. Aku yang kau tolak dan dia yang kau harapkan kembali lagi.

Sudahlah aku tak mau mengguruimu lagi. Cinta memang sulit untuk didefinisikan. Cinta selalu menemui kebodohan di mata kaum rasional sepertiku. Perihal mencintai kita adalah sumber luka. Mereka yang mencintai terlalu dalam akan selalu menemui yang bernama luka. Buktinya kita berdua. Aku terluka karena terlalu dalam mencintaimu dan kau pun terluka karena mencintainya terlalu dalam.

Pada akhirnya, memang….aku adalah laki-laki yang paling mencintaimu. Namun aku juga tak egois untuk terus menghancurkan hatiku. Bagiku, hatiku adalah aku yang ingin mencintai tanpa bersama sebuah luka.

Lagi lagi aku salah! Semakin aku mencintai, aku sedang membuat luka.

Baca juga:
Lalik Kongkar
Latest posts by Lalik Kongkar (see all)