Peringati Harlah ke-45, PPP Bahas Calon Pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019

Peringati Harlah ke-45, PPP Bahas Calon Pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019
Ketua Umum PPP Romahurmuziy & Presiden Jokowi

Nalar Politik – Musyawarah Nasional Partai Persatuan Pembangunan (Munas PPP), yang sekaligus memperingati Harlah PPP ke-45, membahas calon wakil presiden pendamping Jokowi untuk Pilpres 2019.

Munas Alim-Ulama yang merupakan puncak dari Harlah PPP ke-45 ini mampu menghadirkan ulama dari setiap provinsi di Indonesia. Pada Juli 2017 lalu, PPP dengan tegas menetapkan calon presiden kepada Jokowi. Dukungan ini telah melalui tahap evaluasi dari para ulama yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, dijelaskan oleh Ketua Panitia Harlah PPP ke-45, Ahmad Mustaqim bahwa PPP merupakan partai yang sangat mendukung pemerintah. Oleh sebab itu, fatwa yang disampaikan para ulama dan juga para kiai menjadi kontribusi besar dan positif bagi keberlangsungan pembangunan bangsa yang menjadi program pemerintah.

“Hasil rumusan pemikirannya akan menjadi fatwa dan rekomendasi. Bahwa nanti pemikiran tersebut bisa diaplikasikan untuk Pilkada serentak, Pileg, dan Pilpres. Masih akan ada kajian lanjutan, terutama untuk membahas kepemimpinan nasional,” jelasnya.

Selain itu, usai membuka Munas, Alim-Ulama PPP, Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy, juga memberi penjelasan terkait dukungan tersebut.

“Pada Juli 2017, PPP melalui Mukernas (Musyawarah Kerja Nasional) telah menetapkan pilihan calon presiden kepada Pak Jokowi.”

Ia melanjutkan, kekurangan yang terjadi pada pemerintahan saat ini juga menjadi agenda keumatan yang akan dititipkan ke Jokowi. Dan amanat yang disampaikan oleh para ulama terkait figur yang cocok untuk mendampingi Jokowi adalah hal yang sangat penting untuk didengarkan. (us)

___________________

Artikel Terkait: