Persiapan Indonesia Menuju Society 5.0

Persiapan Indonesia Menuju Society 5.0
©Kompas

Dalam pesatnya perkembangan teknologi, era Industri 4.0 sudah tidak asing lagi dalam topik pembahasan di kalangan akademis, pemangku kebijakan publik, dan para pelaku ekonom. Akan tetapi, topik mengenai Society 5.0 merupakan hal baru yang masih banyak kalangan belum mengetahui tentang hal ini.

Sebelum kita masuk dalam pembahasan Society 5.0, penting bagi kita untuk membahas terlebih dahulu tentang sejarah mengenai Industri 4.0, dan hubungannya dengan Industri 4.0, karena memiliki persamaan, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang saling berseberangan.

Sejarah munculnya revolusi Industri 1.0 terjadi pada akhir abad ke-18. Hal ini ditandai dengan ditemukannya alat tenun mekanis pada tahun 1784. Kala itu dunia industri sudah dikenalkan dengan alat produksi mekanis dengan menggunakan tenaga air dan uap, yang awalnya tenaga produksi menggunakan tenaga manusia dan hewan. Meski produksi meningkat, hal itu mengakibatkan banyaknya orang yang kehilangan pekerjaan.

Memasuki awal abad ke-20, Revolusi Industri 2.0 terjadi. Dengan diperkenalkannya metode produksi massal berdasarkan pembagian kerja. Hal itu didukung dengan adanya listrik dan jalur perakitan, dan diperoleh efesiensi produksi hingga 300 persen. Kemunculan Revolusi 3.0 ditengarai dengan kemunculan penggunaan elektronik dan teknologi informasi pada tahun 1970 guna otomasisasi produksi.

Awal tahun 2018 hingga sekarang, Revolusi Industri 4.0 berlangsung dengan menggabungkan antara teknologi otomatis dengan teknologi cyber, merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur dan mulai masuknya dunia industri dalam dunia virtual.

Era Society 5.0

Society 5.0 adalah gabungan antara tatanan masyarakat dengan teknologi, yang bertujuan untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih nyaman, tenteram, dan aman. Dengan tujuan agar menjadi solusi dari adanya Revolusi Industri 4.0.

Antara society 5.0 dan Revolusi Industri 4.0 tidak memiliki perbedaan. Bedanya cuma jika revolusi industri 4.0 lebih terfokus pada kecerdasan buatan yang tertuju pada dunia industri, sedangkan konsep society 5.0 menekankan pada konteks manusia.

Dalam penerapannya, diharapkan masyarakat benar-benar bisa paham maksud dari society 5.0. Di era pandemi ini semua masyarakat dari kalangan bawah sampai atas benar-benar membutuhkan dengan namanya teknologi.

Berkembangnya Revolusi Industri 4.0 ditakutkan akan benar-benar menggantikan peran manusia, yang akan diganti dengan teknologi. Hal ini akan menyebabkan kemunduran sosial berskala besar, karena dengan berkembangnya Industri 4.0 akan menjadikan manusia ketergantungan dengan teknologi.

Jepang yang merupakan negara penggagas society 5.0 mengungkapkan alasan mereka menggagas karena didasari dengan maraknya isu yang beredar di seluruh dunia tentang berkembangnya revolusi Industri 4.0 yang akan menggantikan peran manusia dengan teknologi.

Covid-19 merupakan salah satu faktor dari pendorong berkembangnya penerapan konsep society 5.0, semenjak wabah virus Covid-19 melanda di seluruh dunia terutama di Indonesia, wajah pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang drastis, Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) merupakan solusi yang digagas oleh pemerintah untuk tetap mengadakan pembelajaran, agar tidak terjadi lost generation.

Dalam era society 5.0, dunia industri, sosial dan bahkan pendidikan mengalami perubahan yang sangat drastis. Gambaran singkatnya di saat era ini, antara kemampuan manusia dengan teknologi dapat berkombinasi menjadi satu tanpa ada yang berat sebelah.

Tantangan Pendidikan di Indonesia

Pada era Industri 4.0 ditakutkan proses pembelajaran hanya terpaku pada menitikberatkan tugas dan transfer ilmu, sedangkan pada Society 5.0 lebih menekankan pada pendidikan karakter, moral, dan keteladanan.

Jika pembelajaran hanya terpaku pada transfer ilmu saja, maka hal itu akan tergantikan dengan kecanggihan teknologi. Lain halnya dengan pembelajaran karakter, yang teknologi secanggih mana pun tidak akan bisa melakukanya.

Maka dari itu, berbagai macam tantangan harus dilalui dengan mempersiapkan segala macam kebutuhan yang dibutuhkan untuk melaksanakan metode pembelajaran society 5.0, dari teknologi penunjang sampai pada tenaga pengajar yang benar-benar paham pada penerapannya.

Baca juga:
    Muhammad Syahrul Fajar
    Latest posts by Muhammad Syahrul Fajar (see all)