Pertarungan Ideologi di Pra-Kampanye Pesta Demokrasi 2024

Pertarungan Ideologi di Pra-Kampanye Pesta Demokrasi 2024
©CNBC

“Pertarungan ideologi ini merupakan pertarungan gagasan yang berguna untuk menjaring suara rakyat.”

Indonesia adalah negara demokrasi yang memiliki kekuatan rakyat sebagai fondasi utama dalam meregenerasi pemerintahan. Dalam konstitusi di Indonesia telah diatur bahwa kepala negara yaitu presiden dapat menjabat paling lama 10 tahun. Jabatan presiden selama 10 tahun ini merupakan jabatan yang diperoleh presiden selama 2 kali pemilu.

Tepat pada tahun 2024 yang akan datang ini Presiden Indonesia yakni Joko Widodo akan purna tugas. Oleh karena itu, di tahun 2024 nanti, dinamika sosial politik Indonesia akan mulai memanas dikarenakan Indonesia akan mengalami masa peralihan kekuasaan.

Pemilihan Umum di Indonesia merupakan pesta demokrasi yang selalu mendapatkan banyak perhatian bagi dunia Internasional. Hal ini terjadi dikarenakan Indonesia adalah negara yang memiliki power cukup besar di mata dunia. Pesta demokrasi yang ada di Indonesia memiliki beragam pengaruh yang cukup besar dalam penentuan sikap Indonesia di mata Internasional.

Menjelang pemilihan umum, pertarungan ideologi yang setiap golongan akan dipertaruhkan. Pertarungan ideologi ini merupakan pertarungan gagasan yang berguna untuk menjaring suara rakyat. Di tahun 2024 ini, pesta demokrasi di Indonesia cukup berbeda dengan tahun-tahun pesta demokrasi sebelumnya.

Pada pesta demokrasi tahun 2014, pesta demokrasi diwarnai cukup banyak perdebatan terkait tokoh nasional yang cukup baru di kalangan masyarakat. Pada tahun 2014 ini, Joko Widodo merupakan sosok yang cukup banyak mendapatkan banyak perhatian. Dikarenakan Joko Widodo merupakan sosok yang cukup mentereng karier politiknya.

Sebelum disahkan menjadi calon presiden, Joko Widodo adalah gubernur DKI Jakarta. Selain Joko Widodo, pada tahun 2024 juga, terdapat Prabowo Subianto yang menjadi lawan politik Joko Widodo. Pada masa itu, kampanye terjadi cukup panas. Hal ini dikarenakan pada masa itu masyarakat Indonesia membutuhkan sebuah solusi atas isu yang terjadi. Adapun isu yang terjadi dan marak di Indonesia ialah terkait ekonomi, korupsi, ketenagakerjaan, dan infrastruktur.

Pada pesta demokrasi tahun 2019, para calon presiden berkampanye dengan menggunakan isu yang cukup kontekstual. Adapun isu yang coba dijual pada kampanye pesta demokrasi 2019 ialah isu ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, dan korupsi.

Baca juga:

Pada masa kampanye tersebut, berbagai macam gagasan diberikan dengan penekanan ideologi tertentu. Selain itu, kampanye selalu diarahkan pada isu strategis sebagai wujud utama dalam menjaring suara.

Dari dua pemilihan umum di atas, beragam grand design diberikan untuk memberikan dominasi gagasan dalam bentuk ideologi. Ideologi merupakan nilai jual yang cukup diperhatikan dalam pesta demokrasi di Indonesia.

Dalam pesta demokrasi, dukungan massa dan sokongan dana konglomengrat tidak cukup tanpa adanya ideologi. Oleh sebab itu, basis ideologi yang dikampanyekan selalu difokuskan perhatiannya pada sektor isu nasional.

Dengan menggandeng isu nasional tersebut, harapan klasik yang diinginkan selalu mengarahkan pada semangat perubahan dan pembaruan atas problematika yang terjadi di masa kepemimpinan periode sebelumnya.

Nilai Jual Ideologi Parpol dan Capres

Menjelang pemilihan umum, beragam strategi dan taktik politik dilakukan. Seorang calon pemimpin dalam menjual dirinya selalu berupaya melakukan kampanye dengan mengandeng isu yang sedang marak-maraknya. Adapun maksud penggandengan isu ini merupakan wujud langkah nyata dalam menanggulangi luka masyarakat atas dinamika politik di periode sebelumnya.

Sekelompok golongan partai dan calon presiden sudah pastinya sudah siap menjual diri sebagai agen pembaruan. Bahkan, sebelum diresmikannya sebagai calon presiden, seorang yang cukup terkenal sudah pasti melakukan lobi-lobi berkedok sowan sebagai langkah strategis dalam melakukan transfer knowledge atas ideologi ke depannya.

Menurut Louis Althusser, ideologi adalah daya tawar yang merujuk pada representasi perjuangan kelas dalam politik. Berangkat dari argumen Althusser, pesta demokrasi merupakan

ruang untuk menjual penawaran tentang resolusi bangsa ke depan. Dalam konteks negara Indonesia, nilai jual ideologi ini dibutuhkan bukan untuk menyakinkan rakyat, melainkan untuk penjamin janji calon pemimpin di masa yang akan datang.

Halaman selanjutnya >>>
Tedy Aprilianto