Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018, Momentum Pengenalan Produk Unggulan Indonesia

Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018, Momentum Pengenalan Produk Unggulan Indonesia
Rapat persiapan | Biro Pers Setpres

Nalar PolitikPresiden Jokowi menggelar rapat terbatas yang keempat. Ia membahas tentang persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tahun 2018.

“Saya ingin memastikan perkembangan persiapan pertemuan ini. Saya ingin pertemuan ini bisa kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk menempatkan Indonesia dalam spotlight dunia,” kata Jokowi via @KSPgoid, Kamis (4/10).

Untuk diketahui, rapat pembahasan pertemuan tahunan ini sudah dimulai sejak Maret 2018 lalu. Dalam setiap pembahasan, Presiden Jokowi selalu menekankan kepada jajarannya bahwa kesempatan ini merupakan momentum untuk membangun citra positif Indonesia.

Demikian halnya dengan rapat terbatas kali ini. Beragam keunggulan yang dimiliki Indonesia punya kesempatan untuk unjuk diri dalam ajang itu.

“Baik dalam menampilkan ekonomi kita, produk-produk unggulan Indonesia di pasar globa, dan mempromosikan investasi kita di internasional, serta destinasi-destinasi wisata menarik yang kita miliki,” lanjut Presiden Jokowi.

Penyelenggaraan pertemuan IMF-Bank Dunia ini juga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan roda perekonomian, terutama di Bali selaku tuan rumah. Apalagi Bali dikenal sudah memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan event-event internasional.

“Kita juga ingin memanfaatkan kehadiran kurang lebih 18 ribu peserta, sehingga bisa memberikan dampak ekonomi yang baik, bukan hanya untuk Bali, tapi juga daerah-darah lain di negara kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi berharap betul kepada jajarannya untuk dapat memanfaatkan peluang ini. Ia ingin memastikan segala perencanaan yang sudah dijalankan dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

“Saya minta dipersiapkan secara detail di lapangan. Sehingga penyelenggaraan acara pertemuan IMF-Bank Dunia tahunan ini bisa berlangsung dengan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi negara kita,” pungkasnya.

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik