Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terdorong lewat UU Cipta Kerja

Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terdorong lewat UU Cipta Kerja
©Existentialbiz

Nalar Politik – Keberadaan UU Cipta Kerja diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Seperti disampaikan Peneliti Senior Padjadjaran Inisiatif Slamet Usman Ismanto, upaya itu sebagai respons atas kondisi ekonomi yang tidak menentu, utamanya akibat pandemi Covid-19.

“Di tengah kondisi dinamika global yang tak menentu, UU Cipta Kerja harus mampu menginjeksi pertumbuhan ekonomi lewat sektor investasi dan membuka seluas-luasnya daya serap tenaga kerja,” harap Slamet dalam diskusi sebuah virtual yang terlaksana pada Rabu, 10 November 2020.

Melalui UU Cipta Kerja, akademisi Unpad tersebut turut berharap Indonesia bisa menunjukkan daya saingnya pada dunia lewat kinerja ekonomi yang membaik, efisiensi pemerintah, serta efisiensi bisnis dan penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Sehingga peringkat IMD World Competitiveness Ranking Indonesia terus meningkat, tak lagi di peringkat 40.”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP Hipmi Sari Pramono juga meyakini, UU Cipta Kerja bisa menjadi solusi bagi angkatan kerja Indonesia. Regulasi sapu jagat ini dinilainya akan memudahkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sisi perizinan.

Dan memang, UU Cipta Kerja datang untuk menyederhanakan persyaratan perizinan berusaha serta memudahkan persyaratan investasi. Dengan demikian, akan ada lebih banyak lapangan kerja yang tercipta, yang dapat memberi kesempatan bagi angkatan kerja Indonesia untuk memiliki pendapatan yang layak.

“Kami menilai UU Cipta Kerja dapat menciptakan iklim investasi dan usaha yang kondusif. Khususnya pada industri UMKM, sehingga bisa bersaing di tingkat global.”