Pilkada di Tengah Pandemi Tetap Wajib

Pilkada di Tengah Pandemi Tetap Wajib
©Cerita Demokrasi

Nalar Politik – Pilkada di tengah pandemi tetap wajib. Pelaksanaannya tidak boleh ditunda meski penyebaran kasus Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan menurun.

Hal itu disampaikan Saidiman Ahmad, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Dalam Obrolan Millenials bertema “Menakar Keberhasilan Pilkada di Tengah Pandemi” oleh Cerita Demokrasi, ia mendasarkan pandangannya tersebut pada keharusan penggantian kepala daerah.

“Pada akhirnya, kan, kepala-kepala daerah itu harus diganti. Kalau tidak ada ada pergantian kepala daerah, ya bermasalah buat kita, buat demokrasi kita, buat proses pelayanan publik di daerah,” jelas Saidiman via IGTV Cerita Demokrasi, Minggu (7/6).

Terlebih diketahui bahwa rutinitas demokrasi seperti pilkada merupakan sarana mengoreksi kepala daerah. Maka penundaannya, apalagi sampai ditiadakan hanya karena Covid-19, bukanlah pilihan yang bijak.

“Pilkada ini untuk mengoreksi kepala daerah. Jadi, kepala-kepala daerah yang kita anggap baik itu (petahana) akan dipilih kembali, sementara yang tidak baik itu akan ditinggalkan.”

Saidiman juga menilai Covid-19 bisa menjadi salah satu parameternya. Masa-masa krisis ini bisa jadi peluang jika dimanfaatkan dengan baik.

“Kepala-kepala daerah yang bekerja dengan baik mengatasi pandemi itu akan dapat reward politik di dalam pilkada nanti. Sementara yang kurang baik akan mendapat punishment atau hukuman elektoral.”

Walau penyelenggaraannya tidak memungkinkan lagi di September 2020, dan dinyatakan telah diundur, Saidiman optimis bahwa Pilkada akan tetap terlaksana pada Desember kelak.

“Itu kalau tidak ada sesuatu (penghambat) yang luar biasa. Tapi saya kira tidak. Walaupun sekarang penyebaran Covid-19 belum menurun, hari ini sekitar 600 lebih kasus baru, belum ada tanda-tanda menurun, saya optimis bahwa pilkada akan tetap diselenggarakan.”

Apalagi memang pilkada merupakan kegiatan publik. Bahwa pilkada sama dengan kegiatan harian manusia pada umumnya, seperti masuk kantor atau sekolah, yang senantiasa harus terlaksana.

“Pada akhirnya kita harus melakukan kegiatan itu walaupun bahkan Covid-19 masih ada. Karena lambat laun kita akan belajar mengatasinya. Kita beraktivitas, tetapi kita melakukannya dengan protokol kesehatan yang ketat.” [ig]