PKI dan Masyarakat Akar Rumput

PKI dan Masyarakat Akar Rumput
©Klikkalsel

Secara organisasi, PKI atau Partai Komunis Indonesia telah lama dibubarkan oleh pemerintah melalui TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI di Indonesia serta dilarang melakukan kegiatan yang menyebarluaskan dan mengajarkan paham tersebut. Dikeluarkannya TAP MPRS tersebut adalah imbas dari pemberontakan yang dilakukan dengan menewaskan 7 jenderal dalam satu malam sekaligus.

Peristiwa ini adalah peristiwa yang sangat mencengangkan, belum ada peristiwa yang menyemai gerakan 30 SPKI di Indonesia. Dinamika perpolitikan Indonesia dengan modus perebutan kekuasaan telah membutakan hati nurani anak bangsa.

Di era Reformasi, dengan keterbukaan berpendapat di depan umum, membawa babak baru bagi keberadaan PKI. Keberadaan keturunan PKI di ruang publik memberikan satu realitas bahwa secara organisasi telah dibubarkan tetapi secara pemikiran, ideologi PKI masih hidup di ruang-ruang hampa yang itu jarang dijamah oleh banyak orang maupun pengambil kebijakan.

Pada sejarahnya, PKI memiliki basis masa di akar rumput yang begitu besar dan kokoh serta loyal pada ajarannya. Dengan dilatarbelakangi masyarakat perdesaan yang membutuhkan sosok untuk melakukan perlawanan kepada status quo menjadikan PKI sebagai wadah untuk mereka mengantungkan nasibnya.

Sebagaimana penelitian tesis yang dilakukan oleh Ngatiyar pada tahun 2009 menjelaskan bahwa logo palu dan arit mengambarkan masyarakat kecil yang mendiami suatu desa. Sedangkan lambang partai kerbau yang dimiliki PNI itu mengambarkan kaum borjuis atau kerbau hanya dimiliki oleh orang-orang kaya di desa.

Ada dua hal yang sangat penting dalam pemikiran PKI. Pertama adalah perjuangan yang dilakukan untuk kaum proletar. Dalam pandangan Marx, proletary adalah kelas masyarakat paling bawah, sering dijadikan sebagai alat untuk menjalankan produksi peningkatan penghasilan bagi kaum kapitalisme (borjuis). Kedua ialah perjuangan politik ideologi yang menginginkan negara Indonesia menjadi sebuah negara komunis sosialis.

Keberadaan Komunis di Indonesia

Sejak berdirinya bangsa ini, banyak anak-anak muda Indonesia yang belajar berbagai ilmu pergerakan. Tercatat dalam sejarah bahwa Indonesia begitu banyak memiliki tokoh-tokoh pergerakan yang memiliki banyak paham ideologi.

Dalam buku Haris Prayitna dijelaskan bahwa ada tiga ideologi besar di Indonesia memengaruhi dinamika kebangsaan Indonesia, yaitu Soekarno dengan paham nasionalisnya, Muso dengan paham komunisnya, dan Kartosoewirjo dengan paham negara Islam Indonesianya.

Baca juga:

Keberadaan komunis di Indonesia sendiri tentunya pada awalnya melalui Belanda yaitu Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet. Hendricus merupakan warga Belanda yang datang ke Indonesia pada tahun 1913.

Bersama Adolf Baars, Hendricus mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV). Awalnya organisasi ini tidak mempropagandakan komunis, namun lambat laun mengubah diri menjadi berpandangan komunis. Setelah keberhasilan revolusi di Rusia, mereka memasuki organisasi-organisasi massa untuk menyebarkan paham ini, salah satunya Sarekat Islam (SI) pimpinan Semaun.

Merawat Akar Rumput

Yang paling menarik dalam pandangan saya mengenai PKI adalah cara mereka merawat akar rumput sejak komunis masuk ke Indonesia sampai saat ini masih ada mengakar. Terhitung banyak keturunan PKI yang sudah terang-terangan menyampaikan bahwa mereka adalah anak kandung PKI. Proses PKI merawat akar rumput adalah bagian yang penting untuk dicermati. PKI berhasil mengisi ruang-ruang yang selama ini tidak dijamah oleh pengambil kebijakan atau orang lain.

PKI mampu hadir sebagai penyelamat bagi kaum proletary saat tertindas. Bahkan Kiyai Misbah ikut terlibat dalam pergerakan komunis untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah waktu itu. Sehingga kita patut menyadari betul bahwa, dalam realitas saat ini saja, masih banyak ruang dan masyarakat kita yang masih berjuang terhadap tanahnya, keadilannya dan sebagainya.

Bahkan perjuangan merekapun seringkali berbenturan dengan pemerintah, yang seharusnya menjaga hak dan merawat keberlangsungan hidup rakyatnya. PKI dengan pemikiran untuk membatasi kepemilikan persoarangan kepada kepemilikan kolketif adalah bagian untuk memberikan ruang kepada seluruh masyarakat tanpa terkecuali mendapatkan perhatian khusus.

PKI berhasil merawat akar rumpu karena mereka mampu meyakinkan masyarakat kecil dan ikut terlibat dalam perjuangan untuk melakukan pembebasan dan perlawanan terhadap penindasan. Sementara itu, pengambil kebijakan seringkali mengeksploitasi keberadaan kaum proletar. Inilah mengapa PKI begitu kokoh diakar rumput walaupun sudah lama dibubarkan.

Membumikan Pancasila

Keberadaan Pancasila sangatlah penting. Ia sudah menjadi sebuah ideologi dengan cita-cita yang begitu luhur. Hanya saja dalam praktiknya masih sering dikalahkan dengan kepentingan pribadi maupun kelompok yang mengatasnamakan Pancasila. Sehingga yang terpenting saat ini adalah bagaimana pamcasila mampu menjadi laku semua orang. Cita-citanya yang luhur jangan dinodai dengan merasa paling Pancasila, padahal dia sedang merusak Pancasila itu sendiri.

Sebagaimana di dalam Al Quran surah Al Baqarah ayat 11 dijelaskan bahwa ada orang yang merasa paling sudah melakukan perbaikan, padahal apa yang mereka lakukan justru membuat kerusakan. Sebagai kaum beriman semoga ayat itu telah menukilkan satu sindiran kepada kita semua untuk selalu bermuhasabah.

Baca juga:
Asman