Polisi Tangkap Penyebar Meme Setnov, Ulil: Itu Melawan Nalar Sehat

Polisi Tangkap Penyebar Meme Setnov, Ulil: Itu Melawan Nalar Sehat
Ulil Abshar-Abdalla (Foto; ist)

Nalar PolitikPemikir Islam liberal di Indonesia, Ulil Abshar-Abdalla, menyebut kepolisian telah melawan nalar sehat. Hal tersebut ia utarakan pasca Tim Cyber Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Dyan Kemala Arrizzqi (31/10/2017) karena menyebarkan meme wajah Setya Novanto (Setnov) di media sosial.

“Menangkap orang yang menyebarkan meme yang meledek Setya Novanto itu sungguh melawan nalar sehat. Aneh bin ajaib,” cuit Ulil di akun Twitter-nya @ulil.

Penangkapan perempuan berusia 29 tahun itu dinilai Ulil justru mematikan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, dalam kondisi apa dan bagaimanapun, seseorang tidak bisa dipenjarakan hanya karena meledek tokoh politik.

“Kalau seseorang bisa dipenjarakan karena meledek tokoh politik, matilah demokrasi kita,” imbuh Ulil.

Pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) itu pun tak habis pikir. Kepolisian, nilainya, terkesan hanya menangkapi mereka-mereka yang melecehkan tokoh-tokoh politik, terutama yang berjejaring dengan kekuasaan.

“Memang, yang mengganggu adalah: kenapa polisi kok kesannya hanya ‘memproses’ mereka yang melecehkan yang pro-rezim Jokowi saja?” cuitnya kembali.

Lagi pula, lanjut politikus asal Partai Demokrat ini, jika meledek Setya Novanto lewat media sosial bisa bikin seseorang ditangkap, berapa ribu orang yang harus ditangkap? Ia bahkan menyebut bahwa peledekan pada tokoh politik adalah sesuatu yang wajar.

“Jika Anda jadi pejabat publik di dalam demokrasi terbuka, ya Anda harus siap jadi sasaran olok-olok.”

Sebab, baginya, mengolok kekuasaan (baik kekuasaan sekular atau agama) justru bisa berdampak positif bagi kekuasaan sendiri, yakni menangkal absolutisme.

“Kekuasaan yang dibiarkan tanpa diolok bisa pelan-pelan berkembang menjadi kekuasaan yang absolut,” pungkas Ulil.

Sebelumnya, polisi telah melakukan penangkapan atas warga Tangerang itu berdasar laporan dari kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Ia diduga telah mengunggah sejumlah gambar dan video di Instagram yang menurut polisi melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang No 11/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Adapun barang bukti yang disita, di antaranya tablet Samsung warna hitam abu-abu, satu buah Sim Card Simpati, dan satu buah memori card.

“Saat ini kami masih dalam proses pemeriksaan,” terang Kepala Sub Direktorat Cyber Badan Reserse Kriminal Polri Kombes Asep Safruddin (1/11/2017).

___________________

Artikel Terkait: