Politik Iklim; Mencari Makna Invasi Rusia atas Ukraina

Jadi saya berkesimpulan dengan ini Rusia justru menunjukkan agar global warming itu kejadian. Bahkan jika bisa saat ini juga terjadinya, caranya ya dengan menolak berbagai agenda climate change dan terus menggunakan dan menjual fossil fuel yang ingin dihentikan oleh negara-negara klub iklim.

Sampai di sini, saya kemudian meluruskan kembali hipotes kerja saya bahwa ini ceritanya adalah sekumpulan orang yang khawatir akan masa depannya yaitu mereka bakal tenggelam, maka dari itu mereka reflektif dengan mencoba cara menghentikannya dengan mencegah agar global warming tidak terjadi dengan menghentikan pemakaian benda-benda yang memicu naiknya suhu bumi serta memaksa semua negara-negara lain yang berkepentingan untuk ikut maunya dia.

Sebab jika hanya dia saja yang berkutat untuk agenda tersebut sedangkan negara lainnya masih bakar fossil fuel sama saja bohong, sehingga politik iklim ini harus dijadikan agenda politik global. Dan ini menurut saya akan menjadi model penjajahan baru yaitu penjajahan atas nama iklim.

Dalam bayangan saya nantinya orang membajak sawah akan ditangkap karena menggunakan peralatan yang memicu emisi karbon, orang melaut atau memancing akan ditangkap karena dianggap merusak sibet yang merupakan tempat penyimpanan karbon terbesar di dasar laut, sehingga nanti akan muncul cara bertani yang baru, cara memancing atau fishing yang baru dengan cara menggunakan renewable energy yang diciptakan oleh mereka.

Karena tentunya dalam perjalanan shifting energi itu ada gap di antara negara-negara tersebut karena berbeda dengan Norwegia yang sejak 2008 telah maksimal memanfaatkan itu dan punya teknologinya sehingga negara lain perlu waktu untuk melakukan shifting tersebut, salah satunya dengan perlahan mengganti batu bara dengan gas seperti yang dilakukan oleh Jerman.

Meskipun kemudian oleh pengasas klub ini juga melarang melakukan itu karena Rusia dianggap justru ingin agar global warming itu kejadian, dan seharusnya menggunakan gas pun juga mesti friendly dengan menggunakan gas yang ramah seperti LNG milik USA.

Lalu bagaimana dengan cerita perang yang selama ini menjadi sudut pandang paling banyak yang dikutip dan diperhatikan oleh orang banyak?

Menurut saya, segila-gilanya klub iklim dan Rusia tentang ini, mereka terlihat masih menghindari agar perang dunia tidak terjadi. Karena mereka menyadari bahwa di dunia ini yang hidup bukan hanya mereka saja, misalnya Cina yang tidak mau terjadinya perang dunia dan percaya bahwa prediksi tahun 2050 itu akan tenggelam dan itulah yang membuat  Cina menjadi pemain renewable energy terbesar di dunia dan sebenarnya Cina merasa senang dengan Rusia yang mengambil untung dari ini karena mereka terancam menjadi korban yang tenggelam.

Baca juga:

Jadi meskipun Cina abstain untuk menanggapi invasi Rusia atas Ukraina, tapi jangan dikira hubungan kedua negara ini baik-baik saja. Misalnya kita lihat saat sebelum pasukan Rusia dipindahkan dari perbatasan Rusia-Cina, terjadi pertemuan antara Putin dan Xi Jin Ping yang saya duga sebagai upaya negosiasi agar Cina tidak ikut campur dalam masalah ini.

Hubungan antara Cina dan Rusia ini bisa kita dalami salah satunya dengan mendalami content Vladivostok, sebuah kota di Timur jauhnya Rusia dan berdekatan dengan Samudra Pasifik yang jika kita analogikan mirip Kalimantan yaitu banyak sekali orang Cina yang berada di situ dan muncul semacam jaringan anti Cina, dan sebagiannya yang mirip-mirip terjadi di Indonesia.

Sehingga menurut saya terjadi kesepakatan antara Putin dan Xi yang ibaratnya Rusia ingin mindahin pasukan jadi minta agar Cina tidak ambil kesempatan dengan tawaran Rusia akan mengekspor gas ke Cina dengan harga yang murah, dan Rusia sudah menduga ketika invasi dimulai dia akan mendapat sanksi dari barat sehingga mendapat garansi ekonomi dari Cina ketika sanksi-sanksi dari barat itu didapatkan.

Lalu bagaimana dengan NATO?

Menarik jika kita mengikuti keputusan Zelensky yang membuka kesempatan bagi orang asing untuk bergabung dalam militer Ukraina Legiun Asing. Bagi saya, inilah payung untuk menampung pasukan NATO dan Barat tanpa kemudian diendus keberadaannya oleh Rusia dan memperkecil kemungkinan eskalasi konflik menjadi perang dunia.

Dan terbukti dalam waktu kurang lebih seminggu terkumpul 16.000 orang yang menurut saya mustahil jika itu adalah orang-orang yang diklaim berasal dari negara lain, melainkan para tentara bayaran/kontraktor militer yang punya kemampuan melebihi pasukan reguler bahkan pasukan special force sekalipun.

Dan ini membuktikan bahwa Amerika serius membantu Ukraina, sebab ini adalah tentang masa depan mereka, hidup dan mati mereka. Begitu Ukraina lepas, maka Rusia akan makin super power untuk menghambat mereka, terutama negara-negara yang langsung berbatasan dengan Ukraina seperti Jerman yang apabila nantinya menolak untuk teken Nord Stream yang hari ini dibangun maka misil Rusia sudah ada di depan muka mereka.

Kemudian berikutnya adalah mengenai No Fly Zone yang direquest oleh Zelensky kepada Amerika dan NATO yang artinya akan membuat keduanya memastikan tidak ada pesawat apa pun yang terbang di atas Ukraina. Misal, pesawat Rusia tetap memaksa terbang, maka akan ditembak; ini tidak boleh sebab melanggar kesepakatan untuk perang dunia tidak terjadi.

Halaman selanjutnya >>>
Sultan Alam Gilang Kusuma