Politik Iklim; Mencari Makna Invasi Rusia atas Ukraina

Lalu apa gimmick yang digunakan? Yaitu dengan Polandia mengirim pesawat-pesawat Rusia bekas Soviet dulu ke Ukraina di mana pensiunan-pensiunan pilot banyak berada di sana. Artinya, NATO dan Amerika tidak perlu melakukan patroli pesawat-pesawatnya di langit Ukraina, tinggal meminta agar Polandia mengirim pesawat-pesawat MIG yang dulu pernah berjaya di masa Soviet di mana Polandia masuk dalam Pakta Warsawa sebelum ke NATO.

Sebagai gantinya, NATO akan mengirim F16 dan itu semua kejadian yang menandakan bahwa konflik ini terus bergulir serius, lagi-lagi karena ini tentang masa depan, hidup dan matinya daratan Eropa.

Kemudian apakah Rusia tidak tahu atas gimmickgimmick tersebut? Tentu saja mereka tahu oleh sebab mereka juga punya yang demikian, untuk itulah Uni Emirat Arab dan Israel tidak terlalu menekan Rusia meskipun dikenal sebagai aliansi Amerika di Timur Tengah karena setelah saya telurusi UEA punya banyak proyek dengan Russia di Afrika dan UEA inilah yang kemudian membayar pasukan-pasukan bayaran untuk membantu Rusia. Sedangkan Israel punya kepentingan dengan Syria yang mana Rusia hadir begitu kuat di situ sehingga bersikap lembut dan tidak keras terhadap Rusia.

Di sini saya melihat bahwa terorisme bukan lagi mainan utama Eropa dan Sekutunya sehingga Israel tak penting lagi, sehingga bisa kita lihat bahwa yang dulunya Israel ini ibarat amplitudonya mereka sekarang nothing karena tidak ada lagi urusan sama sekali. Hal ini terjadi karena ancaman masa depan seperti tenggelam dan lainnya akan lebih serius sebab berhubungan dengan hidup mati dan eksistensi kedaulatan negara, maka Eropa dan sekutunya tentu harus mengubah haluan dengan bermain dalam politik iklim.

Kemudian muncul permintaan dari Polandia agar fossil fuel dari Rusia di-ban atau dilarang sesegera mungkin, dan tentu ini akan membuat Rusia makin mangkel dengan jaringan klub iklim ini, disusul Denmark yang langsung meng-iya-kan pipa gas dari Norwegia itu dilaksanakan.

Dan Biden beserta beberapa law makers atau seperti senator sedang menyusun regulasi untuk melarang penjualan fossil fuel dari Rusia ke Amerika, sedangkan hampir 80% penjualan fossil fuel mereka itu disupply ke daratan Eropa dan menurut saya jika ini berhasil dilarang maka sangat memungkinkan efektif membuat pertumbuhan ekonomi Rusia menyusut jauh dan membuat Rusia akan mengecilkan kapasitas produksinya terkait itu.

Menurut beberapa pendapat pakar yang saya dengar, kebijakan ini tidak akan secara langsung menyusutkan perekonomian Rusia, namun akan memaksa Rusia untuk menjual dengan murah fossil fuelnya, ditambah mereka tidak punya kapasitas penyimpanan yang jika disimpan terlalu lama akan membuat mereka mau tidak mau menjualnya meski dengan harga murah, dan inilah yang sebenarnya ditunggu oleh Cina.

Dan ini juga berhubungan dengan bank-bank Rusia yang dicoret dari daftar SWIFT yang setelah saya telusuri ternyata tidak semua bank di Rusia dicoret dari daftar tersebut, ada namanya Gazprombank yang ibarat Pertamina-nya Rusia dan tidak dicoret, untuk itulah sekarang pasokan gas dari Rusia itu tetap jalan ke Eropa sampai kemudian dia mengatakan bahwa dia membatalkan karena Rusia berbuat asusila yaitu dengan menyerang Ukraina.

Saya melihat jika seperti ini bisa saja merupakan jebakan buat Rusia, di mana Ukraina ini adalah case untuk menjebak Rusia dan kemudian untuk menakut-nakuti Jerman supaya tidak lagi membeli gas dari Rusia dan kemudian membuat aliansi ekonomi menjadi kompak, ibaratnya kita berjalan bersama bareng-bareng dan uangnya jangan dikasih ke perampok.

Kemudian dari situ apa yang terjadi?

Rusia ternyata menghentikan proyek Nord Stream 2 yang sedang dikerjakan, dan Uni Eropa sedang bekerja untuk mem-ban fossil fuel dari Rusia. Dan di dalam negeri Jerman muncul beragam content misalnya ketidaksiapan mereka menghadapi penghentian pasokan gas dari Rusia yang kemudian saya lihat juga muncul decompose terhadap isu itu ketika para pakar dalam negeri mengeluarkan statement bahwa mereka bisa melewati masa transisi dari penggunaan gas ke renewable energy yang akan disupply oleh Norwegia yang memiliki kapasitas untuk itu.

Kemudian muncul juga contetn dari Aljazair yang mengatakan siap untuk berpartisipasi, yang mana mereka ini juga cukup dengan Eropa dan saat ini sedang membangun saluran gas salah satunya mengalir ke Spanyol, walau kemudian akhir-akhir ini sikap Aljazair berubah karena mungkin mendapat tekanan dari Rusia dan menyatakan abstain saat diminta sikapnya terkait invasi Rusia ke Ukraina, dan membuktikan bahwa Aljazair tidak siap, yang siap adalah Norwegia yang punya kapasitas untuk menandingi Rusia dalam cerita gas ini.

Sampai pada ini saya masih berkeyakinan penuh bahwa ini adalah cerita iklim, akar masalahnya adalah keinginan manusia untuk masa depannya yang terancam, sehingga agenda- agenda penyelamatan seperti bebas emisi karbon di tahun 2050 harus terealisasi apa pun konsekuensinya termasuk saling berhadapan dengan jaringan yang menentang agenda ini.

Lalu siapa yang paling nge-gas dalam hal ini? Tak lain adalah Skandinavian seperti Norwegia, United Kingdom, Swedia, dan sebagiannya agar Uni Eropa dan Amerika serius untuk berjuang bersama merealisasikan agenda ini agar ancaman tenggelamnya mereka bisa dihentikan, padahal Norwegia ini termasuk yang tidak akan tenggelam.

Tapi begitu negara-negara di Eropa tenggelam dia akan tinggal sendirian dengan Kanada dan Rusia yang paling besar, tentu ini ancaman serius bagi mereka. Yang sebetulnya secara daratan dia aman, tapi begitu tahu yang selamat hanya segelintir negara dan yang paling besar adalah yang punya powerfull tentu bagi Norwegia ini ancaman kejatuhan mereka juga.

Jika semua mengenai cerita kepentingan Eropa dan Rusia bagaimana dengan cerita tentang Rusia yang mengatakan bahwasanya dia terancaman dengan keinginan Ukraina yang ingin bergabung ke NATO, karena begitu Ukraina apply join maka pasukan NATO itu ada di pekarangan rumah kami.

Halaman selanjutnya >>>
Sultan Alam Gilang Kusuma