Politik Kehadiran PKB demi Pemilu 2024

Politik Kehadiran PKB demi Pemilu 2024
©Medcom

Nalar Politik – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menerapkan politik kehadiran demi menjadi juara dua pada Pemilu 2024, terutama di saat pandemi Covid-19.

Sekretaris Bidang Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB, Luqman Hakim, mengatakan, partainya saat ini begitu bersemangat hadir membantu masyarakat melawan pandemi Covid-19. Misalnya, membagikan sembako, memfasilitasi para pejuang isolasi mandiri, seperti kebutuhan pangan selama di rumah saja.

Kemudian, membantu pengadaan spot sinyal internet di daerah-daerah blankspot bagi siswa yang mengikuti pola belajar pendidikan jarak jauh (PJJ).

“Kalau vaksinasi sudah pasti. Nama programnya dsjs Vaksinasi Indonesia Bangkit. Sudah ratusan ribu warga yang menerima manfaatnya. Inilah politik kehadiran yang dilakukan PKB itu,” katanya seperti dilansir Rakyat Merdeka.

Wakil Komisi II DPR ini meyakini, partainya memiliki syarat untuk menjadi partai besar, yaitu memiliki organisasi partai yang kokoh dan figur yang berkualitas seperti Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Selain itu, PKB punya kader yang militan dan loyal yang saat ini berjuang membantu rakyat melawan pandemi Covid-19 menggenapi kekuatan partai menuju Pemilu 2024.

“Bila PKB penentu kebijakan di negeri ini, kita punya rumusan platform Indonesia baru yang akan diwujudkan,” terangnya.

Aktivis Gerakan Pemuda Ansor itu mengklaim, partainya siap mengubah orientasi kekuasaan hasil Pemilu 2024 untuk sepenuhnya ke arah kesejahteraan, keadilan, dan kemakmuran rakyat. Untuk mencapai itu, perlu porsi besar kekuasaan. Ini bisa diraih jika partainya ada di papan atas.

Menurutnya, pemilu hanyalah sarana rakyat untuk membentuk kekuasaan negara secara sah. Jadi, PKB akan bekerja maksimal membantu rakyat. Saat pesta demokrasi digelar, biar masyarakat yang memiliki kuasa penuh memilih partai terbaik.

“Bagi PKB, kekuasaan harus tunduk dan patuh pada tujuan-tujuan perjuangan kerakyatan, bukan malah menghamba dan menjadi budak para oligarki,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar memasang target dua besar di Pemilu 2024. Optimisme ini didasari berbagai hasil survei yang menunjukkan tren positif dengan menempatkan PKB di tiga besar.

Cak Imin menegaskan, partainya harus bisa menjadi kekuatan pembaru dan pembeda, serta menjadi jalan keluar atau harapan baru di tengah kondisi stagnasi politik, ekonomi, dan berbagai ancaman akibat pandemi Covid-19.

“Saya melihat akan terjadi, ada pemerintah daerah yang tidak berdaya mengatasi keadaan sulit karena cara kerjanya salah. DPC-DPC PKB harus terus mencermati kinerja pemerintahan di daerah masing-masing,” katanya saat memberikan sambutan kegiatan PKB di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.