Postur NAP di Tubuh Libertarian

Postur NAP di Tubuh Libertarian
©The Advocates

Penggambaran postur Non-Aggression Principle (NAP) di tubuh libertarian cukuplah fleksibel bagi siapa saja. Apa yang digambarkan secara individu cenderung lebih mendukung ke arah kebebasan berpikir dan berpendapat tentang posisi libertarian terhadap sikap anti-agresor.

Yang pasti, sebagian besar pendapat tetap konsisten pada perhatian peran pemerintah, kebijakan luar negeri, dan masalah sosial.

Sebagai contoh, libertarian Amerika yang anti-perang dan non-intervensi sangat dipengaruhi oleh ekonom Murray Rothbard dan penulis Karl Hess. Ekonom dan penulis adalah entitas pertama yang paling peka dengan peran pemerintah, kebijakan luar negeri, dan masalah sosial.

Sangat sulit lahir seorang libertarian dari kalangan militer aktif dan birokrat demagog. Non-Aggression Principle dianggap sebagai prinsip mendefinisikan libertarianisme di Amerika Serikat. NAP juga merupakan ide yang menonjol dalam anarko-kapitalisme, liberalisme klasik, dan minarkisme.

Rothbard sang ekonom mengkritik imperialisme dan kebangkitan Amerika Serikat yang membutuhkan perang untuk mempertahankan dirinya dan memperluas kontrol globalnya. Dia juga penganjur anarko-kapitalisme yang mendorong penghapusan negara untuk mendukung kedaulatan individu dalam pasar bebas. Ini merupakan ciri khas paleo-libertarian (libertarian kuno) atau classical libertarian (libertarian klasik).

Pengembangan postur NAP di tubuh libertarian terlihat signifikan, terutama saat masalah intervensi militer mulai dipromosikan oleh kaum konservatif Amerika seperti William F. Buckley Jr. Dia seorang penulis dan juga pernah menjadi agen CIA.

Termasuk signifikansi peran Partai Demokrat Amerika Serikat yang terkenal dengan sebutan sebagai partai perang Amerika. Demokrat telah menyeret AS ke dalam konflik luar negeri dalam Perang Besar, Perang Dunia II, Korea, dan Vietnam. Sementara kaum anti-imperialis konservatif sering dengan keras menentang setiap dan semua keterikatan asing.

Baca juga:

NAP memandang bahwa setiap intervensi militer adalah hal yang sangat rumit. Dalam setiap konflik militer, ada banyak orang, organisasi, dan negara yang terlibat. Masing-masing dengan motif, tujuan, dan metode mereka sendiri.

Postur Non-Aggression Principle di tubuh libertarian sangat sesuai dengan definisi libertarian itu sendiri. Hal penting untuk merujuk kembali beberapa pengertian libertarian yang sangat fleksibel untuk kembali membangun spirit NAP.

Menurut American Heritage Dictionary of the English Language (edisi ke-4, 2000), libertarian adalah kata benda, atau orang yang memperjuangkan hak individu dan mengecilkan campur tangan pemerintah.

One who advocates maximizing individual rights and minimizing the role of the state.

Pengertian lain juga dapat dilihat pada The Challenge of Democracy (edisi ke-6), oleh Kenneth Janda, Jeffrey Berry, and Jerry Goldman yang memberi fleksibilitas definisi. Menurut mereka, libertarian adalah orang yang memberi rangsangan kepada pemerintah untuk terus mempromosikan kesetaraan, kemerdekaan, dan menjadi oposisi pemerintah.

Liberals favor government action to promote equality, whereas conservatives favor government action to promote order. Libertarians favor freedom and oppose government action to promote either equality or order.

Menurut The Machinery of Freedom by David Friedman, Open Court Publishing Company, 1973, libertarianisme adalah ide utama atau gagasan kebebasan menentukan hidup dan kebijaksanaannya sendiri.

The central idea of libertarianism is that people should be permitted to run their own lives as they wish.

Kebebasan ekonomi berarti bahwa orang bebas untuk menghasilkan dan berdagang dengan orang lain. Harga dinegosiasikan dan disepakati secara bebas. Cara ini akan membawa perkembangan perekonomian mengarah pada apa yang diinginkan pasar dan tentunya lebih efisien.

Baca juga:

Ekonomi bebas memberi orang insentif untuk menciptakan, berinovasi, dan memproduksi lebih banyak barang dan jasa untuk seluruh masyarakat. Itu berarti lebih banyak kepuasan dari lebih banyak keinginan, lebih banyak pertumbuhan ekonomi, dan standar hidup yang lebih tinggi untuk semua orang.

Pengertian libertarian menurut intisari Libertarianism: A Primer by David Boaz, Free Press, 1997:

Libertarianism is the view that each person has the right to live his life in any way he chooses so long as he respects the equal rights of others. Libertarians defend each person’s right to life, liberty, and property-rights that people have naturally, before governments are created. In the libertarian view, all human relationships should be voluntary; the only actions that should be forbidden by law are those that involve the initiation of force against those who have not themselves used force-actions like murder, rape, robbery, kidnapping, and fraud.

Perspektif libertarian bahwa perdamaian, kemakmuran, dan harmoni sosial dipupuk oleh “kebebasan sebanyak mungkin” dan “pemerintahan sesedikit mungkin”.

Dengan tradisi intelektual yang panjang selama ratusan tahun, gagasan libertarian banyak memberikan perubahan dan pandangan positif tentang kebebasan. Termasuk pula tentang hak-hak individu, kebebasan ekonomi, dan pemerintahan terbatas telah berkontribusi pada gerakan yang mengubah sejarah seperti penghapusan, hak pilih perempuan, dan gerakan hak-hak sipil.

Libertarian bukanlah sudut pandang tunggal, tetapi mencakup berbagai macam perspektif. Non-Aggression Principle akan mendorong libertarian untuk menciptakan kondisi yang baik tentang kebebasan pasar. NAP juga merupakan pendukung kesejahteraan serta promosi tentang negara dengan peran terbatas (limited state). Dengan limited state, libertarian akan disatukan oleh keyakinan akan kebebasan pribadi dan kebebasan ekonomi.

Baca juga:

Wujud nyata lain dari spirit Non-Aggression Principle ini adalah politik anti-tax sebagai pilihan yang dibuat oleh para pembangun negara liberal. Kebebasan memungkinkan pribadi untuk menentukan makna hidup, untuk menentukan apa yang penting bagi kita.

Non-Aggression Principle mendorong masing-masing pribadi bebas untuk berpikir, berbicara, menulis, atau apa pun. Termasuk urusan bisnis dan pergaulan sosial. Ketika bebas, individu tersebut dapat membangun hidup sesuai keinginannya.

Kebebasan adalah bagian dari apa yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan manusia sepenuhnya. Kebebasan bertanggung jawab akan mengarah pada harmoni sosial. Kecenderungan konflik bisa direduksi dengan sesuatu yang minim perintah (paksaan) dan larangan spesifik yang banyak dipromosikan para agresor.

Sistem kebebasan politik dan ekonomi yang dibangun dengan postur Non-Aggression Principle akan memberi kesempatan besar untuk menggunakan bakat. Kebebasan untuk menciptakan serta menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan untuk memperbanyak usaha kerja sama dengan pihak lain agar lebih produktif.

Jika hal di atas kondusif, probabilitas penemuan, inovasi, kemajuan dalam perdagangan, teknologi, dan gaya hidup akan sangat besar tercipta.

Referensi
Yudho Sasongko
Latest posts by Yudho Sasongko (see all)