Prabowo Bohong atau Kurang Baca?

Prabowo Bohong atau Kurang Baca?
Prabowo Subianto | Twitter

Caleg PSI untuk DPR RI Rian Ernest menilai Prabowo bohong terkait kondisi perekonomian Indonesia.

“Prabowo Subianto lagi-lagi mengumbar kebohongan. Bisa jadi juga karena tidak tahu, dan ini justru jauh lebih keliru karena menyatakan hal yang tidak ia paham; sama saja Prabowo bohong,” ujar Rian.

Sebelumnya, Capres 02 penantang Jokowi itu menyebut Indonesia setingkat negara miskin di Afrika. Itu disampaikan di hadapan ribuan jemaah Majelis Tafsir Alquran di Solo, Jawa Tengah.

“Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika. Ada Rwanda, Haiti, dan pulau-pulau kecil Kiribati, yang kita tidak tahu letaknya di mana,” kata Prabowo.

Terhadap itu, Rian Ernest lalu mempertanyakan, “Benarkah Indonesia demikian, Bro & Sis? Bohong!”

Pertama, terang Caleg Dapil DKI 1 Jakarta Timur ini, Indonesia masuk dalam anggota kelompok negara G20. Kelompok ini terdiri dari 19 negara dengan perekonomian besar plus Uni Eropa.

“Di antaranya Amerika Serikat, RRC, Jepang, Korea Selatan, dan seterusnya. Rwanda dan Haiti tidak masuk dalam daftar anggota G20.”

Kedua, data World Bank & Tradenomics 2017 merekam, Indonesia jauh lebih baik secara ekonomi dibanding Rwanda dan Haiti. Itu bisa dilihat dari berbagai indikator, seperti GDP (pendapatan nasional), rasio utang dari GDP, inflasi, dan tingkat pengangguran.

“GDP Indonesia adalah 3.846 USD, sementara GDP Rwanda adalah 748,39 USD dan GDP Haiti 756,68 USD. Rasio utang Indonesia dari GDP hanya 28,7 persen, sedangkan rasio utang Rwanda dari GDP 40,2 persen dan Rasio Utang Haiti dari GDP 32 persen.”

Soal inflasi Indonesia, lanjut Rian Ernest mengutip Uki, angkanya berada di 3,2 persen. Sementara inflasi Rwanda -1 persen dan inflasi Haiti 14,3 persen. Tingkat pengangguran di Indonesia 5,3 persen. Tingkat pengangguran di Rwanda 16 persen dan tingkat pengangguran Haiti 14 persen.

Rasanya sudah terlalu sering Prabowo bohong. Padahal selama ini dia dielu-elukan sebagai tokoh yang rajin membaca dan punya pengetahuan luas. Selain soal perekonomian Indonesia, tentang letak Haiti saja ia tidak tahu. Haiti di wilayah Amerika, bukan Afrika.

“Maka, dengan segala hormat, saya tidak bisa menaruh kepercayaan kepada sosok capres yang sudah dua kali gagal ini, apalagi sampai memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Rekam jejak kekeliruannya terlalu banyak, Bro & Sis.”