Presiden Jokowi Optimis Tatap Masa Depan Indonesia

Sejarah bangsa adalah fondasi untuk menatap masa depan Indonesia.

Nalar Politik Rabu, 16 Agustus 2017, Indonesia melangsungkan sidang tahunan MPR-DPR-DPD RI. Seperti biasa, agenda ini merupakan agenda dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72.

Bertempat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, sidang tersebut beragendakan mendengar pidato Presiden Jokowi selaku Kepala Negara. Jokowi, dalam hal ini, menyampaikan pengatar keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun 2018.

Dilanjutkan dengan penyerahan RUU tentang APBN 2017 beserta nota keuangan dan dokumen pendukung dari Presiden kepada Ketua DPR RI, lalu Ketua DPR RI kepada Ketua DPR RI. Hingga di akhir, penandatanganan tanda terima.

Dalam pidatonya, Jokowi mengawali ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh lembaga negara atas kekompakan, sinergi, dan kerjasamanya selama ini. Bagi Jokowi, kekompakan tersebut merupakan penguat antarlembaga dalam memenuhi amanah rakyat.

Dengan semangat persatuan Indonesia, Jokowi berharap lembaga-lembaga negara bisa terus bekerja bersama dengan baik, saling mengingatkan, saling kontrol, saling mengimbangi, dan saling melengkapi. Tidak ada satu lembaga negarapun yang boleh memiliki kekuasaan absolut. Inilah yang menurut Jokowi sebagai jati diri bangsa dalam bernegara.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa adalah fondasi untuk menatap masa depan Indonesia.

“Pelajaran yang sangat penting dari sejarah bangsa kita adalah kemerdekaan bisa kita rebut, bisa kita raih, bisa kita proklamasikan karena semua anak-anak bangsa mampu untuk bersatu, mampu untuk bekerjasama, mampu untuk kerja bersama,” terang Presiden Jokowi.

Adapun persatuan, lanjut Jokowi, adalah modal yang kokoh yang harus terus bangsa ini jaga, rawat, dan perkuat. Harap Jokowi, persatuan tersebut harus jadi pihakan bersama dalam menghadapi ujian sejarah ke depannya, yakni mengisi janji-janji kemerdekaan.

“Janji kemerdekaan untuk mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Saya percaya, tugas yang maha berat itu akan bisa kita tunaikan apabila kita semua mau bersatu, mau bekerjasam, mau kerja bersama,” harapnya.

Meski sadar bahwa perjuangan ke depan masih harus menempuh jalan terjal berliku, seperti tantangan arus globalisasi dan kemajuan inovasi teknologi yang destruktif, tetapi Jokowi optimis bahwa semuanya bisa teratasi dengan baik.

“Saya yakin, dengan bersatu, kita akan bisa menghadapi semua itu. Karena bangsa kita adalah bangsa besar,” pungkasnya.

___________________

Artikel Terkait: