Produktivitas Indonesia Terendah di ASEAN, UU Cipta Kerja Jadi Solusi

Produktivitas Indonesia Terendah di ASEAN, UU Cipta Kerja Jadi Solusi
©Dialeksis

Nalar Politik – Dalam rangka menggenjot produktivitas Indonesia yang posisinya bertengger sebagai terendah di ASEAN, UU Cipta Kerja diharapkan bisa jadi solusi.

Seperti dibeberkan pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi, produktivitas Indonesia hanya mencapai 2-3 persen dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini terbilang yang terendah, sekaligus jadi sebab mengapa investasi di Indonesia begitu minim.

“Ini terendah di ASEAN, dan menyebabkan investasi tidak masuk, tapi pindah ke tempat lain,” kata Fithra seperti dilansir Medcom.

Hadirnya UU Cipta Kerja, menurutnya, bisa menjadi regulasi yang membenahi ekosistem investasi dan ketenagakerjaan. Pembenahan ini penting sebagai salah satu komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi. Apalagi diketahui bahwa Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) jarang tumbuh melebihi lima persen.

“Kalau mau keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, itu PMTB harus 6-7 persen.”

Karenanya, lanjut Fithra, UU Cipta Kerja harus hadir memperkuat kontribusi produktivitas Indonesia, utamanya dari sisi pekerja, terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Mengingat angkanya saat ini baru mencapai 12 persen atau jauh di bawah negara industri lainnya yang mencapai kisaran 36 persen.

Dijelaskan pula bahwa paket kebijakan ini menguntungkan buruh sekaligus pengusaha. Ia menilai regulasi ini bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman lantaran memberikan kejelasan terkait pemberian upah bagi pekerja dalam bidang pekerjaan baru seperti startup digital.

“Ini belum ada di UU Ketenagakerjaan, tapi ada di Omnibus Law diatur, sebagai bentuk adaptasi dan adopsi.” [mc]

    Redaksi
    Latest posts by Redaksi (see all)