PSI Bongkar Sisi Gelap Kunjungan Kerja Anggota DPR

PSI Bongkar Sisi Gelap Kunjungan Kerja Anggota DPR
Foto: PSI

Nalar PolitikPartai Solidaritas Indonesia tengah berupaya membongkar sisi gelap kunjungan kerja anggota DPR RI.

Dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis (25/10), PSI menguliti betul bagaimana anggota DPR kebanyakan hanya menjadikan kunjungan kerja sebagai ajang wisata belaka. Ada banyak anggota DPR yang setiap malam ke kelab hanya untuk menyaksikan tarian setengah telanjang, striptis.

“Kalau tahu mereka diberikan lagi macam-macam entertaiment dan yang menyakitkan bagi saya mereka itu hampir tiap hari kerjanya ke tempat hiburan tidak senonoh, mereka ke striptis tiap malam,” kata Dedek di kantor DPP PSI Tanah Abang.

“Terus setelah mereka tidak kuat mereka satu dibawa ke kamar. Sampai di titik mereka bosan sama cewek bule, ada suatu hari pelajar Indonesia juga ditawar oleh salah satu anggota DPR kita dan itu menyakitkan. Memang tidak semuanya, tapi sebagian besar seperti itu,” lanjut dia.

Dedek mengatakan pernah jadi pelajar yang terpilih untuk mendampingi anggota DPR studi banding pada tahun 2000-an. Dedek menempuh pendidikan di Selandia Baru pada tahun 2002 sampai 2006.

“Yang di New Zealand itu saya hanya antar mereka mau jalan-jalan kemana, istalahnya bagian ke ramah tamah yang diiniin sama KBRI. KBRI minta para student untuk mendampi dan uang KBRI. Yang saya alami ketika mereka setelah kerja mereka ngapain aja,” ujar Dedek.

Menurutnya ada juga anggota DPR yang tidak membahas draf RUU saat studi banding ke luar negeri.

“Ketika mereka studi banding draf ruu itu nggak pernah dibahas sebelum mereka berangkat. Mereka studi banding ingin mencari ilmu tentang bagaimana undang-undang yang lain by topik, mereka nggak ada yang tahu apa yang mereka cari,” jelasnya.

Redaksi NP
Reporter Nalar Politik