Putin, Quo Vadis?

Ukraina menutup pelabuhan-pelabuhannya sampai krisis berakhir. Gak ditutup juga gak bisa ngapa-ngapain, wilayah itu sedang dalam kerangka dibebaskan oleh pasukan Rusia. Entar waktu dibuka lagi kemungkinan besar sudah ganti management.

Ukraina mengirim 50 pesan ke kekuatan-kekuatan dan instansi-instansi maritim sedunia, mendesak mereka untuk berhenti berkomunikasi dengan pelabuhan-pelabuhan Rusia, dan berhenti melayani kapal-kapal Rusia. Itu bisa jadi pesan terakhir, ada kemungkinan nanti Ukraina bukan lagi negara maritim.

Tidak sukses merayu OPEC untuk meningkatkan produksi minyak, Amerika mulai menggunakan cadangan minyak strategis, sebanyak 30 juta barrel (4,77 miliar liter). 30 juta barrel lagi akan dilepas oleh negara-negara Sekutu lainnya—menahan meroketnya harga minyak.

Yang akan menderita parah jika harga minyak melejit adalah negara-negara kecil non produsen minyak. Cadangan minyak Amerika sendiri banyak, hampir 600 juta barrel, bisa tahan cukup lama.

Ada yang bilang, Eropa mementingkan pencegahan korban. Jelas-jelas itu delusional. Jika Eropa benar ingin mencegah korban jatuh, maka: 1. Delapan tahun serangan mortir Ukraina ke Donbas kenapa tidak dicegah? 2. Kenapa tidak benar-benar mendukung perundingan damai Ukraina & Rusia?

Saat ini yang mendukung perundingan damai itu justru negara-negara Asia atau dekat Asia. Misalnya Cina, Turki, India. Amerika malah mencoba menyabotase perundingan. Jadi yang bilang Barat itu berkemanusiaan, delusional.

Histeria Eropa itu yang menghantam Rusia dari segala sudut sampai yang tidak masuk akal tidak berbasis kemanusiaan, tetapi berbasis KETAKUTAN, ketakutan geopolitik, takut akan hilangnya security yang selama ini mereka nikmati.

Maskapai penerbangan Rusia juga beli pesawat Boeing. Sekarang Boeing tidak mau mendukung clientnya di Rusia dengan suku cadang & maintenance. Hati-hati beli merek-merek dari Amerika dah, bahaya banget.

Mahasiswa asing terutama yang berkulit hitam diperlakukan rasis oleh tentara dan warga Ukraina, tidak diperbolehkan keluar Ukraina. “Kalian hitam, tidak boleh keluar, tapi harus ikut berperang di pihak kami!” Zelensky mau bikin laskar asing meniru ISIS.

Soal tentara Ukraina memaksa mahasiswa asing/hitam jadi milisi membantu mereka memerangi Rusia, itu dari kantor berita Prancis.. Tapi berita yang sama sudah ada di mana-mana, media-media India duluan dapat keluhan dari mahasiswa-mahasiswa India yang diperlakukan kasar waktu mau keluar dari Ukraina.

Bahkan CNN melaporkan perlakukan rasis kasar terhadap mahasiswa-mahasiswa kulit berwarna.. Bagi yang selalu pikir Ukraina itu malaikat, sekarang mendapat kenyataan pahit, mereka sudah dirasuki ideologi Neo Nazi sejak Maidan! Ngeri benar di sana.

AU (Persatuan Negara-Negara Afrika) sangat prihatin mendengar laporan warga Afrika dicegah meninggalkan Ukraina. Zelensky perlu laskar asing untuk disuruh perang, gak banyak yang daftar, jadi ya pake apa sudah ada di sana.

Biden: Putin may encircle Kiev with tanks, but can’t defeat the heart and souls of the Iranian people. Putin bisa mengepung Kiev dengan tank, tapi tidak bisa mengalahkan hati dan jiwa rakyat Iran.

Saya dengar lagi, ternyata Biden bilang: Putin may encircle Kiev with tanks, but will never gain the heart and souls of the Iranian people. Putin boleh mengepung Kiev dengan tanks, tapi tidak pernah akan memenangkan hati rakyat Iran.

Menurut wakil Menlu Suriah Bashar Jaafari yang diwawancarai RIA, Amerika kalau perlu akan merekrut anggota ISIS untuk dikirim berperang melawan tentara Rusia di Ukraina. Kalau Zelensky tidak sukses mendatangkan relawan untuk laskar asing, itu ide bagus tuh, datangkan ISIS Suriah.

Krisis Ukraina ini pada hari-hari pertama serius, tetapi makin ke sini makin lucu, terutama ulah Zelensky, Biden, negara-negara NATO. Gak jelas apakah Putin tersinggung ketika menemukan lawannya pada lucu-lucu.

Halaman selanjutnya >>>
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)