Putin, Quo Vadis?

Biden ngamuk! Banyak warga Rusia kaya yang tinggal di Amerika. Biden bilang akan menyita semua harta warga Rusia kaya di Amerika! Gak berdaya menghadapi Putin, Biden melampiaskan amukan pada warga Rusia di Amerika. Dan disambut dengan tepukan Congress.

Tadinya diskriminasi ras di Amerika dialami orang hitam, hispanik, lalu warga Asia yang diperlakukan tidak adil, sekarang bergeser ke warga asal Rusia. Sejak kapan seseorang warga biasa di Amerika harus menanggung keputusan pimpinan negara tempat dia berasal?

Wawancara di TV Perancis dengan seorang wanita yang baru datang dari Kiev. Ada caption English. Sebenarnya dari dulu banyak yang tahu kondisi di Ukraina seperti apa. Tetapi pemerintahan boneka Amerika hasil kudeta 2014, media mainstream selalu membela.

Clip-clip dari wawancara. Belum tentu sebagian besar warga Kiev mendukung Zelensky. Tetapi di Ukraina, siapa yang bisa berkata jujur? Milisi paramiliter ultra-kanan ada di mana-mana. Pemerintah Barat PURA-PURA gak tahu. MEREKA TAHU.

Ukraina bisa membaik jika Amerika tidak terlibat menumbangkan pemerintahan ala Arab Spring 2014. Sekarang yang ada pemerintah yang tujuan utamanya berkuasa doang, dan menyenangkan hati sponsornya, yaitu Amerika.

Kalau ada yang baca tulisan-tulisan saya yang lalu tentang motivasi dan strategi tersembunyi Biden yang mendorong Rusia menyerang Ukraina. Hari ini di depan Congress, Biden mengakui persis yang saya tulis di sana, masuknya Rusia di Ukraina untuk MELEMAHKAN Rusia.

Apakah Biden akan serang Rusia secara fisik? Menurut pidato State of Union tadi, tidak. Strategi semula adalah mempergunakan Ukraina sebagai proxy berperang melemahkan Rusia. Untuk itu, Amerika & Sekutu akan mengirim senjata sebanyak-banyaknya ke Ukraina.

Apakah strategi Amerika ini bisa digunakan untuk Cina? Sukar, negara-negara tetangga China tidak ada yang sebodoh Ukraina mau dijadikan proxy. Vietnam & India cukup pintar. Sekarang yang lagi dirayu-rayu itu Taiwan, tapi warga Taiwan tidak bodoh juga.

Baca juga:

Mendengar pidato State of Union dari Biden, jelas itu pidato kemenangan melawan Rusia. Itu adalah victory lap. Dia merasa yakin Rusia akan masuk dalam lumpur kegelapan sejarah tidak bisa melepaskan diri dari perang berkepanjangan di Ukraina. Pendengar bertepuk tangan berdiri.

Saya kok rasanya Biden melakukan victory lap terlalu cepat. Saya yakin Putin sudah tahu bakal dijebloskan. Jelas dalam masuknya Rusia ke Ukraina, pasti ada kejutan yang menyenangkan dan menyusahkan Putin. Tetapi ini baru tahap awal, Putin yang pegang skenario langkah-langkah selanjutnya.

Cina pasti menyimak perkembangan di Ukraina secara rinci, dan juga menyimak apa yang dilakukan Biden. Dari semula, Cina tahu ini soal Rusia vs Amerika, bisa dilihat dari komen-komen Kemenlu dan media Cina berbulan-bulan. Dugaan saya, Cina tidak akan membiarkan Putin kalah.

Pidato Biden juga memperlihatkan, bahwa Perang Ukraina kali ini benar-benar perang antara Rusia vs Amerika via proxy, di mana kini Biden mengklaim kemenangan. Biden perlu kemenangan karena dia benar-benar memalukan di Afghanistan. Bisa-bisa nanti Ukraina menjadi Afganistan ke-2 bagi Biden.

Bagaimana Putin bisa membalikkan keadaan? Dari perkembangan, Putin tidak perlu membalikkan keadaan, karena semua berjalan cukup bagus. Satu demi satu kota di Ukraina timur jatuh, seluruh Laut Azov dalam kendalinya. Tinggal Laut Hitam.

Hillary Clinton menjabarkan gimana cara Amerika akan mengalahkan Rusia di Ukraina. Semua persis yang kita bahas pada tulisan-tulisan silam. Saya kira strategi Amerika itu gampang lebih gampang kebaca.

Kita lebih tertarik dengan strategi Putin, karena jelas lebih gelap, lebih kompleks dan banyak faktor-faktor kejutan. Karena itulah judul tulisan ini adalah Putin, Quo Vadis?

*Mentimoen

    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)