Putin vs Biden: Menjelang Akhir Ronde Pertama

Putin vs Biden: Menjelang Akhir Ronde Pertama
©Fox News

Yang akan kita saksikan dalam hari-hari mendatang adalah bagaimana taktik Putin vs taktik Biden.

Nalar Warga – Pagi ini awal hari keempat sejak Putin memerintahkan tentara Rusia masuk ke Ukraina, di tengah pertempuran di Donbas yang sudah berjalan 8 tahun.

Tulisan ini memberikan perspektif yang berbeda dari media mainstream Amerika yang dikutip sedunia.

Kita mulai dengan pandangan latar belakang. Ukraina adalah negara dengan area terbesar nomor dua di Eropa, merupakan wilayah industri berat maju selama era Soviet, termasuk wilayah anak emas Soviet. Secara militer, Ukraina juga tidak bisa kita anggap enteng, sebagai pusat industri senjata.

Tetapi sejak Soviet bubar, Ukraina menjadi negara independen, terjadi stagnasi besar. Menurut data PBB, pada tahun 2020, GPD per kapita Ukraina adalah $3,557, di bawah GDP per kapita Indonesia sebesar $3,870. Ukraina adalah negara termiskin di Eropa.

Kemarin setelah Biden menjatuhkan sanksi-sanksi berat ke Putin, dan kemungkinan juga akan mengeluarkan Rusia dari SWIFT, perkembangan baru terjadi. Negara-negara Eropa ramai-ramai mengeroyok Rusia, memberikan segala macam sanksi, apa saja. Seperti tidak mau ketinggalan.

Sanksi-sanksi bukan hanya terhadap institusi negara Rusia, atau bank-bank Rusia, tetapi juga warga Rusia secara menyeluruh! Simpanan-simpanan warga Rusia di negara-negara Barat semua terancam. Sampai negara-negara kecil Eropa memberi sanksi melarang ruang udara untuk pesawat Rusia.

Ada satu wilayah Rusia di Laut Baltic, namanya Kaliningrad. Wilayah itu terpisah dari mainland Rusia. Untuk ke sana biasanya lewat darat via Belarusia & Lithuania. Tetapi sekarang, Rusia harus menghubungi Kaliningrat lewat jalan memutar via laut internasional.

Negara-negara Barat juga mulai mengirim bantuan militer ke pihak Ukraina, umumnya amunisi dan senjata anti pesawat, anti tank, dan lain sebagainya. Untuk negara-negara yang lebih miskin seperti Portugal, mereka mengirim personel, tapi mereka taruh di perbatasan yang jauh saja, untuk simbolik.

Hebat sekali, selama puluhan tahun Ukraina minta bantu, mereka tidak lakukan, Ukraina tetap miskin. Tetapi kenapa sekarang tetiba mau bantu semua, tapi bukan ekonomi, tetapi senjata? Seperti Amerika supply senjata ke Afghanistan waktu era Soviet, ke Suriah untuk gulingkan Assad?

Yang kita sedang lihat sekarang adalah sifat Barat secara umum sejak era modern, yaitu ada sebuah sifat takut melakukan sesuatu sendiri, tetapi ketika ada yang melempar batu pertama, semua buru-buru bantu lempar, bahkan yang terkecil takut tak kebagian lempar.

Ini terjadi berkali-kali di sejarah. Sejarah modern Eropa adalah sejarah keroyokan. Makanya kita selalu punya istilah SEKUTU dalam sejarah Barat, sesuatu yang sebenarnya tidak banyak berlaku di tempat lain. Eropa ada ketakutan terhadap kekuatan utama muncul di Eropa.

Jika Amerika letaknya di Eropa, tidak akan bisa jadi superpower, karena akan terkeroyok duluan. Eropa bisa menerima hegemoni Amerika, karena Amerika letaknya di benua lain, dan mereka juga tidak ada kemampuan untuk menjangkau setelah terusir keluar dari benua Amerika.

Ketika Napoleon naik daun, dia dikeroyok ramai-ramai. Ketika Kaiser Jerman naik daun, dia dikeroyok ramai-ramai (Perang Dunia I), habis itu Jerman ditekan habis, sampai melahirkan kebencian, lahirlah Nazi Jerman. Lalu kembali dikeroyok ramai-ramai di Perang Dunia II.

Apa yang kita saksikan saat ini adalah putar ulang sejarah Eropa tetapi kali ini dengan sutradara di luar Eropa, yaitu di Washington D.C. Washington yang seperti konduktor orchestra, yang membuat strategi dan taktik, dan kali ini sangat sukses diikuti negara-negara Eropa lainnya.

Lalu kira-kira apa yang akan Rusia lakukan? Kita harus tahu sifat-sifat Rusia juga, yang berbeda dengan sifat-sifat umumnya negara Eropa. Rusia berbeda karena geografinya berbeda, sangat beda.

Tidak seperti negara-negara dominan Eropa lain, Rusia bukan negara kolonialis global seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, Portugis, Jerman, Belgia, dan sebagainya. Rusia tidak mengirim tentara menjajah Afrika, mengambil alih Amerika & Australia, dan negara Asia lain kecuali Cina.

Halaman selanjutnya >>>
    Warganet
    Latest posts by Warganet (see all)