Radikalisme Memicu Praktik Poligami

Radikalisme Memicu Praktik Poligami
Foto: Pakistan weekly

Nalar PolitikMaraknya praktik poligami ternyata juga dipicu oleh meluasnya radikalisme. Hal ini diterangkan aktivis Asian Muslim Action Network (AMAN) Ruby Khalifah.

“Poligami semakin marak karena dorongan gerakan radikalisme, yang mengembalikan alih-alih membawa kemurnian Islam, tapi justru membuat Islam terbelakang karena kawin muda marak, poligami marak,” jelasnya.

Karena itu, ia menyarankan agar kampanye monogami digalakkan. Sebab, lanjut Ruby, tidak ada sebuah penelitian yang berhasil menemukan bahwa praktik poligami itu membahagiakan, melainkan menyengsarakan keluarga, terutama perempuan dan anak-anak.

Dari sinilah Ruby kemudian menyatakan dukungannya atas rencana Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia sepakat jika partai baru ini menggagas upaya penghapusan praktik poligami di kalangan pejabat publik dan aparatur sipil negara.

“Saya sepakat dengan Grace Natalie untuk pelarangan poligami di Indonesia, terutama pegawai negeri atau TNI dan lain-lain, termasuk anggota parlemen,” katanya.

Ruby menjelaskan, ada pandangan lain yang tidak ingin poligami dilarang, melainkan diperketat. Caranya dengan memperketat syarat-syarat poligami. Seperti dilakukan perhitungan apakah memang cocok buat istri dua atau empat, mendapat persetujuan istri pertama, dan apakah bisa berbuat adil.

“Ingat, berbuat adil bukan hanya materi, tetapi juga cinta dan perhatian. Karena pengadilan itu manusia biasa, pasti tidak bisa menjalankan semua prosedur pengecekan syarat-syarat tersebut dan korupsi di kita masih tinggi. Jadi, seketat apa pun mau dibatasi, kayaknya tidak akan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendorong larangan poligami bagi pejabat publik dan aparatur sipil negara (ASN) jika lolos ke parlemen. Ketua Umum PSI, Grace Natalie menegaskan hal itu bagian perjuangan keadilan bagi perempuan Indonesia.

Komitmen itu disampaikan dalam pidato politik bertemakan “Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia” pada acara Festival 11 PSI di Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/12) malam.