Ramaikan Pasar Kripto, IDM Coop Dukung Perkembangan Ekonomi Digital

Ramaikan Pasar Kripto, IDM Coop Dukung Perkembangan Ekonomi Digital
©Daily Advent

Market News – Sejak 28 Oktober 2021, token kripto buatan Indonesia, Indonesia Digital Milenial Cooperative (IDM Coop), berhasil meramaikan pasar kripto. Peluncurannya bahkan disambut baik oleh pemerintah, dalam hal ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

“Pasar kripto kini telah diramaikan oleh kehadiran Indonesia Digital Milenial (IDM) yang akan mendukung berkembangnya ekonomi digital di tanah air,” kata Menparekraf Sandi seperti dilansir tvOnenews, Selasa (23/11).

Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, keikutsertaan Indonesia dalam pasar kripto bisa membuka peluang baru dalam menciptakan lapangan pekerjaan, terutama di masa pandemi Covid-19.

“Dengan adaptasi dan inovasi akan menghasilkan kemampuan-kemampuan kita yang sebelum pandemi belum bisa kita optimalisasi.”

Sandi berharap, kehadiran IDM Coop bisa berdampak luas serta turut mengembangkan ekonomi kreatif digital di Indonesia. Pasalnya, sudah ada 8 juta unit usaha kreatif di Indonesia yang masuk dalam ekosistem digital.

Adapun upaya mengedukasi kripto IDM Coop, khususnya kepada kaum milenial, para produsen token “Made in Indonesia” akan membuat Taman Kripto di Jakarta sebagai destinasi eduwisata. Jika hal ini terwujud, Sandi yakin ekonomi digital akan meningkatkan peluang usaha, terutama bagi kaum muda.

“Bangsa ini maju kalau kaum muda, milenial, tidak mager (malas gerak), tidak auto rebahan, tapi justru harus menjadi agen perubahan. Sekarang, dengan memanfaatkan jaringan internet, bekerja pun bisa dilakukan dari rumah, dan bahkan dari tempat wisata.”

Sebuah Terobosan

CEO IDM Coop, MC Basyar, mengharapkan token buatannya bisa menjadi terobosan untuk digitalisasi koperasi, UMKM, dan Super Apps.

Ia menilai mata uang kripto makin menjadi primadona, sehingga ke depan tren bitcoin cs akan makin diminati di pasar kripto.

“Berdasarkan dari berbagai sumber, saat ini ada sekitar empat sampai lima juta orang Indonesia yang main bitcoin. Jika nanti sudah ada “stable coin”, bisa saja ada sepuluh hingga dua puluh juta (orang Indonesia) yang akan main (bitcoin).”

Basyar turut menjelaskan perbedaan produknya dengan bitcoin lainnya yang sudah tersebar, yakni pada utilitas.

“Kita ini (IDM) benar-benar dari dunia analog ke digital dan kemudian kita kembalikan lagi ke analog. Jadi ada bisnis riilnya.”

Baca juga: