Razan al-Najar, Tameng Hidup untuk Milisi Hamas

Razan al-Najar, Tameng Hidup untuk Milisi Hamas
Razan al-Najar (Foto: Vidio.com)

Nalar WargaFakta tentang siapa Razan Al-Najar, medis yang tertembak di pagar batas Gaza, mulai muncul. Tadinya video ini video propaganda TV Mujahidin, tetapi jelas-jelas di sana terlihat Razan melempar gas ke arah Israel dan mengakui dia digunakan sebagai tameng hidup.

Hamas terang-terangan di depan TV bersumpah menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng hidup. Apa yang masih diragukan? Razan itu tameng hidup untuk milisi Hamas yang sedang ingin menyerbu Israel.

Kenapa media-media tidak menyalahkan kebijakan Hamas ini?

Tameng manusia Hamas datang dalam banyak wujud. Bisa sebagai murid sekolah, di mana milisi Hamas bersembunyi di sekolah-sekolah. Hamas diketahui meluncurkan roket dari pemukiman penduduk, sehingga kalau ada balasan ke arah peluncur roket, rumah penduduk kena.

Kali ini tameng hidup dalam bentuk medis. Medis di mana-mana sangat berhati-hati di front tempur. Mereka sering ada di garis belakang, bukan ramai-ramai menyerbu ke garis depan. Padahal jauh lebih masuk akal, milisi itu yang membawa korban ke garis belakang untuk diobati medis, bukan medis maju ke depan.

Ada hal yang aneh yang tidak diekspos oleh media, yaitu sasaran penembakan Razan. Sebagian media bilang dia tertembak di leher. Sebagian (termasuk pejabat Palestina) bilan ditembak di dada. Ada yang bilang dia ditembak di dada dari belakang.

Lihat juga:

Dari awal saya merasa aneh, dari belakang?

Gitu, pihak Israel tidak diperbolehkan untuk ikut meneliti, tetapi tidak tertutup kemungkinan Razan al-Najar ditembak oleh milisi Gaza sendiri untuk dijadikan mujahid. Dia cantik, dia seseorang yang bisa mengundang simpati media internasional.

Israel perlu seminggu untuk meneliti, siapa yang menembak Razan, dan komunike terakhir bilang gak ada yang menargetkan Razan. Karena gak ada bukti, mereka juga gak bisa bilang Razan tidak tertembak oleh peluru mereka.

Hal ini sebenarnya akan jelas jika otopsi dari awa melibatkan pihak netral.

Di Gaza, dengan emosi yang begitu tinggi, gak ada satupun dokter yang berani meragukan Razan ditembak Israel. Bisa mati disate itu. Tapi dokter-dokter Hamas, ya pro-Hamas anyway.

Seharusnya, dalam kasus seperti ini, pihak netral ikut terlibat dalam otopsi. Jadi gak simpang siur seperti sekarang. Leher atau dada?

Proses untuk menggambarkan Razan al-Najar sebagai malaikat berlangsung, dengan foto pakai sayap. Anjuran saya, cobalah gambar sayapnya yang bagus, yang cukup besar sehingga mirip sayap burung rajawali atau falcon, jadi keren. Kalau saya kecil, gak proporsional gitu, mirip saya ayam.

Jadi ingat Florence Nightingale, yang selalu digambarkan dengan lampu malam. Dia pelopor medis di waktu perang, selalu ada di lini belakang. Ketika perang mereda di waktu malam, dia dengan lampunya datang merawat yang terluka.

Ini baru namanya medis, bukan saingan dengan milisi maju ke garis depan.

Karena Hamas harus mencari bukti nyata bahwa tentara Israel yang menembak Razan, mereka lalu menuduh Rebecca sebagai sniper Razan. Dan ancaman mati pun berdatangan pada Rebecca. Masalahnya cuma: Rebecca sudah bertahun-tahun gak jadi tentara lagi, tetapi jadi guru Inggris untuk pengungsi Afrika.

*Mentimoen

Netizen NP
Pengguna media sosial | Warganet