Rebound ke Zona Hijau, Bitcoin cs Mulai Bangkit

Rebound ke Zona Hijau, Bitcoin cs Mulai Bangkit
©Aljazeera

Market News – Perdagangan Rabu (26/1) pagi waktu Indonesia memperlihatkan harga mayoritas kripto berhasil rebound ke zona hijau. Hal ini menandakan Bitcoin cs mulai bangkit.

CoinMarketCap melansir, pada pukul 19.30 WIB, Bitcoin menguat 2,05 persen ke level US$36.931,54 per koin atau setara dengan Rp528.121.022 per koin (asumsi kurs Rp14.300 per US$).

Kripto lainnya yang berhasil pulih dari zona koreksi adalah Ethereum. Koin dari platform perang lunak yang terdesentralisasi ini melesat 2,52 persen ke level US$2.453,09 per koin atau Rp35.079 per koin.

Selanjutnya adalah Binance Coin (BNB) yang melonjak 4,25 persen ke US$379,5 per koin, Solana 5,44 persen ke US$93,73 per koin, dan Dogecoin 5,73 persen ke US$ 0,1441 per koin.

Hanya Terra yang masih melemah 2,26 persen ke level US$61,87 per koin atau setara dengan Rp884.741 per koin.

Meski mayoritas rebound ke zona hijau, penguatan kripto pada pagi hari ini masih terbilang tipis. Untuk Bitcoin, misalnya, setelah sempat terkoreksi ke kisaran level US$35.000, harga terkininya masih di kisaran level US$36.000.

Memburu Kripto

Melihat bahwa harga kripto sudah cukup murah, tak ayal jika para investor atau trader cenderung memburunya. Tentu saja mereka mengambil posisi di harga terendah (buy on dip). Tindakan ini layak jadi pilihan di tengah sentimen pasar yang masih cenderung negatif dan berisiko volatil.

Menurut Arcane Research, perusahaan analitik data blockchain yang berbasis di Norwegia, harga Bitcoin mengalami “pemulihan substansial”. Hal ini dilihat dari volume pada perusahaan pertukaran kripto Coinbase di perdagangan Senin waktu Amerika Serikat yang melonjak.

Walau demikian, investor tetap cenderung berhati-hati. Mengambil posisi di harga terendah adalah tindakan tepat, apalagi menjelang pengumuman hasil rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Baca juga:

Diketahui, pada Rabu siang waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, The Fed akan mengumumkan hasil rapat Komite Pasar Terbuka (Federal Open Market Committee/FOMC).

Investor menanti hasil rapat tersebut untuk kejelasan mengenai agenda kenaikan suku bunga. Mereka masih khawatir dengan potensi pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed.

Sebelumnya, dalam notula rapat kebijakan moneter edisi Desember yang rilis pada awal bulan ini, The Fed tidak hanya akan mengerek suku bunga sebanyak tiga kali di tahun ini, tetapi juga kemungkinan akan mengurangi nilai neracanya (balance sheet).