Refleksi Kemerdekaan di Tengah Pandemi

Refleksi Kemerdekaan di Tengah Pandemi
©CNN

Setiap 17 Agustus bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke memperingati proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia berdasarkan sisi historisnya. Agustus adalah tonggak sejarah sekaligus bulan kemerdekaan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena  pada 17 Agustus 1945 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta.

Hari ini kita bicara soal sosial kemanusiaan, sampai dengan Agustus, kita telah cukup lama dibelenggu oleh penjajahan pandemi Covid-19 yang telah memorakporandakan dan mengubah berbagai lini kehidupan umat manusia secara global. Tanpa terasa, momentum proklamasi kemerdekaan Indonesia kembali menyapa di situasi pandemi Covid-19. Semangat merah putih yang bergelora dari segala penjuru Indonesia harus dibatasi oleh protokoler kesehatan seperti PPKM, lockdown, dilarang berkerumun dan sejenisnya.

Kali ini tema yang diusung adalah Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Tema ini mendeskripsikan nilai-nilai ketangguhan, semangat pantang menyerah untuk terus maju bersama menempuh jalan penuh tantangan, agar dapat mencapai tujuan masa depan yang lebih baik. Apalagi pada saat situasi pandemi seperti ini.

Pandemi memang mengorbankan banyak hal dari hidup kita, termasuk kemerdekaan diri. Seperti harus lebih menahan diri untuk melakukan transaksi pembelian. Lebih menahan diri untuk belanja barang yang tidak dibutuhkan, agar uangnya bisa dialokasikan sebagai tabungan atau dana darurat.

Penyebabnya lagi-lagi adalah, kita tak pernah tahu sampai kapan pandemi ini berlangsung. Jadi semestinya kita bersiap atas kemungkinan terburuk dengan merencanakan segalanya secara matang. Termasuk, siaga secara finansial.

Kemudian, apakah kita perlu mendefinisikan ulang makna merdeka ketika pandemi seperti sekarang? Jika merdeka diartikan sebagai kebebasan, berarti saat ini kita tengah terpenjara. Terkungkung dalam ruang gerak yang sempit dan tidak memiliki keleluasaan. Untuk melakukan hal-hal yang kita senangi sekalipun, rasanya sulit sekali saat pandemi ini.

Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI hendaknya dapat dijadikan sebagai ajang memetik pembelajaran dari spirit dan teladan para pendiri bangsa yang telah mewariskan spirit kebersamaan, gotong royong, gigih berjuang, ketangguhan, dan daya adaptasi yang telah teruji dalam menggapai cita-cita kemerdekaan, serta upaya membangun kemandirian dalam menggapai kehidupan yang lebih baik di tengah keterbatasan dan rintangan yang dihadapi. Semua ini dapat menjadi modal bangsa dalam mengakselerasi kebangkitan untuk Indonesia Tumbuh.

Kini dengan perjalanan panjang kemerdekaan Indonesia, spirit bangkit untuk masa depan yang lebih baik dalam menggapai Indonesia Tangguh harus dapat menjadi shared vision yang melandasi setiap derap langkah dan tindakan seluruh pemangku kepentingan dalam mengatasi segala rintangan dan tantangan keberlanjutan pembangunan, terlebih di tengah kondisi global yang masih kurang menguntungkan akibat pandemi Covid-19.

Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI, kita setidaknya memiliki beberapa modal dasar yang telah diwariskan para pendahulu bangsa yang dapat dikapitalisasi sebagai faktor pengungkit untuk bangkit menuju Indonesia Tumbuh. Sejak dahulu kala, nilai-nilai gotong royong, kerja sama dan empati telah tumbuh subur dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Ketangguhan, pantang menyerah, dan daya adaptasi para pendahulu bangsa dalam merebut kemerdekaan telah pula terbukti mampu membawa perjalanan Bangsa Indonesia keluar dari belenggu penjajahan, merebut kemerdekaan, dan keluar dari masa-masa sulit, sekaligus membuktikan Indonesia sebagai bangsa besar dan bangsa petarung.

Spirit ini makin relevan di tengah kondisi bangsa kita yang tengah menghadapi dampak pandemi   Covid-19 dan secara paralel berjuang untuk memastikan tiga prioritas: Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh dapat berjalan optimal pada tataran implementasi sehingga dipastikan dapat bersinergi guna bangkit dalam menggapai Indonesia Tangguh.

Indonesia Tumbuh sejatinya merupakan representasi dari Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta simbolisasi dari Indonesia yang mampu memperkokoh kedaulatan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, makna kemerdekaan tahun ini bukan hanya sebagai kata, tetapi sesungguhnya sebagai kesempatan bagi segenap anak bangsa.

Perkembangan situasi global yang kurang menguntungkan akibat dampak pandemi Covid-19 hendaknya dapat menjadikan kita semakin bersatu dalam keberagaman, gotong royong, tangguh dalam menghadapi tantangan, mendorong kecepatan, mentranformasikan Indonesia Sehat, Indonesia Tangguh, dan Indonesia Tumbuh dengan dukungan akselerasi transformasi digital guna bangkit untuk Indonesia yang lebih baik.

Latest posts by Lalik Kongkar (see all)