Refleksi: Saat Mendaftar Kuliah

Refleksi: Saat Mendaftar Kuliah
©SUN Education

Refleksi: Saat Mendaftar Kuliah

Pada awal saya kepikiran mau melanjutkan studi ke salah satu perguruan tinggi yang ada di kota Medan, pada waktu itu saya bertanya kepada salah satu teman saya sebut saja Anu. “Bro saya ingin bertanya apa jurusan yang paling langka menurutmu? Soalnya saya ingin melanjut juga.”

Kemudian teman saya itu menjawab dengan nada yang begitu lembut, “Bro jurusan yang paling langka menurut saya salah satunya yaitu jurusan olahraga, akuntansi dan hukum” ujarnya. Kemudian saya bertanya apa alasannya bro kenapa jurusan itu langka?

“Bro, jurusan yang saya bilang itu sangat minim peminat nya, makanya saya sarankan jurusan itu”, ujarnya. Jika seandainya kamu mau ambil jurusan lain misalnya ekonomi, bahasa Indonesia, dan lain sebagainya sudah banyak peminatnya dan juga lulusan jurusan tersebut. Meskipun begitu jangan jadikan alasan untuk tidak memilih jurusan lain.

Selanjutnya, tiba-tiba kawanku itu di panggil oleh abg nya untuk membeli sayur di pajak, dan cerita kami pun berhenti sampai disitu.

Esok harinya, saya teringat perbincangan kami tentang jurusan yang kami bicarakan kemarin, saya memikirkan apa sih jurusan yang pantas ku tekuni? Tanpa berpikir panjang, saya memilih jurusan akuntansi pada saat itu.

Tiba saatnya buka pendaftaran mahasiswa baru, saya mencoba mendaftar di salah satu kampus yang ada di kota Medan. Seketika saya tiba di ruangan pendaftaran, tiba-tiba saya terkejut karena kawanku waktu SMP (sebut saja si Ucok) mendaftar juga di kampus itu. Saat kami jumpa, saling sapa, salam, dan bertanya pekerjaan saat ini. Sontak pun saya bertanya “Bro ada urusan apa ke kampus ini?

“Saya mendaftar sebagai mahasiswa baru di fakultas hukum bro”, Ujarnya si Ucok.

Baca juga:

Kemudian, Ucok bertanya balik padaku. “Bro kuliah disini ya”?

Jawab saya “ia bro, saya coba mendaftar di kampus ini”. Emangnya bro mau ngambil jurusan apa “tanya Ucok”?

“Jurusan akuntansi bro” Ujarku.

Emangnya bro udah tau kalau jurusan akuntansi mempelajari tentang perhitungan, matematika diskrit? Yang penting ribet lah bro”, Kata Ucok.

Saya pun menjawab, “baiklah bro saya akan pikirkan lagi tentang jurusanku ini”.

“Okey bro saya duluan pulang ya, soalnya saya mau antar lamaran pekerjaan saya. Cerita kami berakhir sampai disini.

Dengan itu, saya pun termenung dan memikirkan apa jurusan yang harus saya pilih, dengan berat hati dan rasa kecewa, saya pun keluar dari ruangan pendaftaran mahasiswa baru di kampus itu.

Singkat cerita, saya pun tiba di kontrakan saudaraku dengan pikiran yang sedikit kacau, dengan rasa kekecewaan, saya pun kepikiran mau melihat brosur di media sosial (Facebook), di situ saya sempat membaca status kawan saya, menginformasikan bahwa di kampus mereka ada penerimaan mahasiswa baru.

Baca juga:

Sedikit terasa lega, saya pun ingin menanyakan kepada kawan saya melalui chat messenger. “Selamat pagi bro, apakah benar di kampusmu ada penerimaan mahasiswa baru”

“Iya benar bro, jika kamu berminat melalui saya saja biar kita daftar lewat jalur beasiswa, ujarnya”.

Dengan itu, saya menanyakan berkas apa saja yang harus kita lampirkan?

Jawabnya, “Fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk), fotokopi kartu keluarga, fotokopi ijazah atau skhun”.

“Baik bro saya lengkapi berkas nya sekarang”.

Lanjut cerita, semua berkas sudah saya lengkapi, kemudian saya minta kawanku itu untuk menemani saya mendaftarkan diri di kampusnya.

Sesampainya kami di ruang pendaftaran, saya pun memilih jurusan yang harus saya lanjutkan dengan jurusan TRKJ (teknologi rekayasa komputer jaringan), demikian lah cerita saya dan beberapa kawanku.

Oleh karena itu, jangan terburu dalam mengambil sebuah tindakan. Ada baiknya jika kita pertimbangkan dengan cara menanyakan kepada teman, sahabat dan kerabat. Bukan dalam kita tergantung dengan apa yang mereka sarankan, tetapi supaya kita mampu memilih dan memilah apa yang kita rencanakan, benar atau tidak.

Stanis Nicolaus Baene
Latest posts by Stanis Nicolaus Baene (see all)