Rian Ernest Minta Kubu Prabowo Hentikan Kampanye Hitam

Rian Ernest Minta Kubu Prabowo Hentikan Kampanye Hitam
Rian Ernest, Caleg DPR RI Dapil DKI 1 (Jakarta Timur)

Nalar PolitikJuru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest meminta kepada seluruh pendukung kubu Prabowo-Sandi menghentikan segala bentuk kampanye hitam. Sebab proses kampanye Pilpres hari ini mesti mengusung semangat persatuan, bukan upaya perpecahan.

Hal itu Rian serukan sebagai respons atas tindakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Apa yang dilakukan Fadli dengan mengunggah video “Potong Bebek Angsa PKI” dinilai Rian telah mencederai semangat kampanye pemilu damai yang menjunjung tinggi nilai persatuan.

“Menghindari perpecahan dan konflik adalah utama, yakni dengan menahan diri dari penyebaran fitnah dan kebencian. Tetapi Fadli Zon malah mengumbar hal yang tidak pantas. Seolah menghendaki bangsa ini terus hidup dalam polemik antarsesama. Ia menciptakan tensi, membangkitkan amarah, dendam, dan trauma ketakutan,” kata Rian melalui keterangan tertulisnya, Minggu (23/9).

Sebelumnya, akun Twitter @fadlizon mengunggah sebuah video berbau kampanye hitam. Tampak dalam video itu, yakni 3 pria dan 6 wanita berhijab, memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin, menari diiringi lagu “Potong Bebek Angsa”.

Video itu pun mengundang polemik lantaran liriknya diubah seperti ini:

Potong bebek angsa masak di kuali
Gagal urus bangsa maksa dua kali
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata merekalah yang PKI
Fitnah HTI fitnah FPI
Ternyata merekalah yang PKI

Fadli Zon, Goyang Bebek Angsa

Akan Laporkan Fadli

Karena tindakannya, PSI berinisiatif akan melaporkan Fadli Zon. Pihaknya akan mengambil langkah hukum tegas atas Fadli yang telah memancing perseteruan dan mengundang perpecahan.

“Kami akan melaporkan Fadli Zon karena videonya. Fadli telah mencederai semangat kampanye pemilu damai yang menjunjung tinggi persatuan. Video yang ia tampilkan memiliki dampak besar, baik di kalangan pendukung maupun lawannya,” lanjut Caleg DPR RI Dapil DKI 1 (Jakarta Timur) ini.

Sebagai orang kepercayaan Prabowo sekaligus Wakil Ketua DPR, seorang politisi senior di negeri ini, tambah Rian, Fadli Zon harusnya tahu adab dan dampak dari pesan yang disampaikannya. Bahwa video tersebut tidak bisa dianggap sebagai sekadar lelucon atau tidak ditujukan pada kelompok mana pun.

“Kami di PSI menganggap cara berkampanye semacam itu sama sekali tidak layak dilakukan. PKI adalah sebuah partai terlarang di Indonesia dengan sejarah kelam yang panjang. Menuduh lawan politik sebagai PKI adalah fitnah yang keji.”

Untuk itu, Rian Ernest meminta Fadli Zon dan seluruh pendukung kubu Prabowo menghentikan kampanye hitam bernada fitnah dan ujaran kebencian semacam ini.

“Jangan lagi pecah belah bangsa. Harga yang harus dibayar akan terlalu mahal.”

Meski PSI sangat menghargai kebebasan berekspresi, tetapi pihaknya tetap menolak kampanye yang mengandung muatan fitnah dan kebencian.

“Marilah kita masuki masa kampanye Pemilu dengan hati penuh kedamaian. Kita semua SATU!” pungkasnya.