Rian Ernest Sebut RBTH Tidak Paham Konteks Perdebatan PSI-Gerindra soal Putin

Rian Ernest Sebut RBTH Tidak Paham Konteks Perdebatan PSI-Gerindra soal Putin
Rian Ernest sampaikan pernyataan pers terkait kecaman RBTH perihal Putin (Foto: NetralNews)

Nalar PolitikRian Ernest, politikus sekaligus juru bicara PSI, menyebut Russia Beyond the Headline (RBTH) tidak paham konteks perdebatan antara PSI dan Gerindra perihal Vladimir Putin. Kecaman yang RBTH layangkan ke Ketua DPP PSI Tsamara Amany, oleh Rian, dinilai sebagai laku yang tidak elok.

“Akan lebih baik bila RBTH sebagai media yang menampilkan wawasan soal Rusia—terlepas ini masuk alat soft power campaign dari Rusia atau tidak—menggunakan bahasa lebih bersahabat. Mesti lebih memahami konteks perbedaan pandangan antara PSI dan Gerindra perihal Putin,” terang Rian dalam pernyataan persnya, Jumat (6/4/2018).

Sebelumnya, RBTH menanggapi video Tsamara soal opresi terhadap oposisi dan pers, serta korupsi di bawah kepemimpin Putin. Tak tanggung-tanggung, media Rusia tersebut menggunakan ungkapan seperti “kedangkalan wawasan” dan “ketidakdewasaan” dalam kecamannya.

“Tentu kita hargai dan itu sah-sah saja. Namun, ada catatan, media itu menyerang personal Ketua DPP PSI. Padahal, kritikan kami kepada Gerindra yang memuja Putin didasarkan data dan fakta,” lanjut Rian.

Ia pun lalu menjelaskan mengapa jajaran PSI punya pandangan negatif atas kepemimpinan Putin di Rusia. Meski Rusia secara keseluruhan tak selamanya buruk. Tetapi, catat Rian, negara ini memang punya masalah besar terkait korupsi.

“Dalam indeks persepsi korupsi, Indonesia jauh lebih baik dari Rusia. Transparency International (2007) menunjukkan, indeks persepsi korupsi Indonesia berada di peringkat 96 dari 180 negara, sementara Rusia di nomor 135.”

Masalah Lain

Lebih lanjut, persoalan lain yang membelit negeri berjuluk “Beruang Merah” itu adalah soal kebebasan sipil dan politik. Rusia, dalam Freedom House, masuk kategori not free. Freedom rating-nya berada di angka 6,5 di mana skala 1 sangat bebas dan 7 sangat tidak bebas.

“Sementara Indonesia, walaupun kategori full free diturunkan jadi partly free sejak 2013, tetapi freedom rating kita jauh lebih baik, yakni 3.”

Itulah dasar mengapa partai anak muda (PSI) ini mengkritik keras jika ada politisi Indonesia yang justru mengidolakan kepemimpinan Putin di Rusia. Padahal, kondisi Rusia jauh di bawah Indonesia dari sisi indeks persepsi korupsi serta kebebasan sipil dan politik.

“Sah-sah saja RBTH untuk membela persepsi soal Putin. Tetapi, lebih penting bagi kami sebagai parpol perwakilan kaum muda untuk sekuat tenaga mencegah hadirnya kembali otoritarianisme di bumi Indonesia.”

Tanpa hendak menghindar dari kecaman RBTH, PSI, lanjut Rian, akan jauh lebih senang jika kritikan tajam seperti itu datang dari partai di Republik Indonesia sendiri. Pihaknya sangat mengharapkan itu berasal langsung dari Gerindra, yang dalam hal ini memang jadi sasaran kritikan PSI lantaran mengidolakan pemimpin korup.

“Kami tidak sepakat Putin jadi teladan, juga hak konstitusional koruptor bisa dipilih lagi dalam jabatan publik.”

___________________

Artikel Terkait: