Riandy Aryani Tetap Akan Usut Dugaan Permainan Anggaran DPRD Majene

Riandy Aryani Tetap Akan Usut Dugaan Permainan Anggaran DPRD Majene
©LBH A&A Law Office

Nalar Politik – Kasus dugaan tindak pidana korupsi Bimtek Sekretariat DPRD Kabupaten Majene terus memanas. Direktur LBH A&A Law Office Riandy Aryani tetap menduga ada ‘permainan anggaran’ dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Mandiri Masyarakat Mandar Indonesia (LeM3INDO) tersebut.

Sebagai upayanya, Riandy menggelar pertemuan dengan beberapa pihak yang concern di isu seperti ini. Hadir di antaranya Ketua PBH DPC PERADI Sleman Yogyakarta Alun Bayu Krisna, Perwakilan Organisasi Mahasiswa Daerah Majene (IPMMY), dan segenap tim advokasi LBH A&A Law Office. Rapat ini mengusung agenda pembahasan tindak lanjut atas dugaan tindak pidana korupsi beserta tanggapan atas klarifikasi oleh pihak DPRD Kab Majene terkait kasus tersebut.

Saat dikonfirmasi, Riandy Aryani mengapresiasi pihak DPRD Majene yang telah melayangkan klarifikasinya beberapa waktu lalu ke redaksi Nalar Politik.

“Seluruh klarifikasi yang disampaikan oleh Kasubag Humas Protokoler dan Dokumentasi di Kantor DPRD Kabupaten Majene, Arkanuddin, telah didengar secara utuh, baik dari panggilan telepon, pun klarifikasi yang diberitakan media. Tentu itu upaya yang patut diapresiasi untuk menggunakan hak jawab dalam pemberitaan sebelumnya,” jelas Riandy kepada redaksi, Senin (14/12).

Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa tidak semua klarifikasi dari Arkanuddin bisa dipandang sebagai kebenaran utuh.

“Tidak serta-merta kita terima seluruh klarifikasi itu sebagai kebenaran utuh. Ada beberapa hal substansial yang kita temukan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut yang menyimpang, mengenai prosedur, peruntukan anggaran dan besarannya. Saya kira semua akan terungkap pada akhirnya.”

Saat ini, Riandy mengungkap, sudah ada beberapa elemen dan organisasi mahasiswa ataupun daerah yang menghubunginya. Mereka turut menyatakan kesiapan untuk mengawal kasus ini bersama-sama.

“Mengenai langkah hukum, tentu kami tidak akan gegabah. Setiap langkah yang diambil akan diukur dengan bukti-bukti yang sudah kami kumpulkan yang mengindikasikan ada permainan anggaran.”

Riandy juga mengaku bahwa pihaknya saat ini telah mengupayakan pemetaan, hingga persiapan kordinasi dengan beberapa lembaga terkait, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat.

“Jadi kemungkinan untuk mengupayakan ke lembaga-lembaga lain itu tetap ada. Kita tunggu saja hasil rapatnya. Catatan saya, segala niat baik akan menemukan jalannya. Kita semua ingin yang terbaik untuk daerah, pasti ada jalan.”

Baca juga: