Rinduku-Kau

Rinduku-Kau
┬ęSuara

Setiap senja aku harus meramu kesedihan, sebab engkau selalu kurindukan
Sehari kucoba mengusik kesedihan itu, namun keindahan yang engkau berikan mengiang dalam ingatanku
Engkau tak seperti senja yang menghampiri ketika waktumu dan menghilang ditelan malam
Engkau telah menjadi ingatanku yang kekal, yang tak terlupakan lagi

Engkau yang Terhanyut dalam Kekelaman

Lagi dan lagi kutemukan dirimu merenung dalam sepi
Apa yang sedang engkau renungkan?
Sampai kapan engkau memenjarakan dirimu dalam kisah kelam itu?
Ah, sudahlah aku tahu kisah itu merebut segala kesukaanmu
Tidakkah kau peduli dengan angin yang makin riuh dan hidupmu kemakan sedihmu?
Engkau sungguh menikmati sedihmu

Wahai engkau yang terhanyut dalam sedih
Masakah engkau membiarkan riak riang dalam dirimu membeku?
Tidakkah kau peduli dengannya?

Janganlah sedihmu mematikan cintamu pada dirimu dan mereka
Biarkanlah cinta itu dinikmati, sebab dirimu dan mereka membutuhkannya

Aku Mencari Dikau

Kesekian kali rokok itu kunyalakan dan hasilnya tetap masih sama
Engkau masih saja jauh dari ingatanku

Sejak awal aku memutuskan untuk kembali menyalakan rokok itu agar ingatanku sampai kepadamu
Namun rasa nikmat yang kualami tidak juga menghadirkanmu dalam ingatanku
Ketahuilah bahwa aku sudah putus asa dan harapanku akan dikau sudah pupus

Belum berakhir, aku masih ingin melihatmu pada cinta yang hampir merekah
Isapan demi isapan kucoba mendalami nikmatnya
Aku tersentak, ah ternyata aku belum melupakanmu
Engkau masih ada dalam ingatanku
Apakah ini yang dinamakan rindu?
Bukan, sekali lagi bukan sebab engkau hampir hilang dari ingatanku
Engkau mengasingkan dirimu dari padaku

Ketahuilah engkau, ku sempat bertanya siapa yang sedang kurindu
Ternyata kamulah alasannya rindu itu datang menemuiku
Tapi, kenapa engkau mengasingkan dirimu dari padaku?

Kerinduan akan Tuhan

Pagi hari kurenungkan sabda-Mu
Siang malam aku menyanyi memuji nama-Mu
Tiada hariku tanpa merindukan Dikau
Aku merindu-Mu Tuhan seperti aku merindukan hujan di tengah kegersangan
Seperti air laut yang tak lepas dari asinnya

Memuji-Mu adalah kesukaanku
Mencintai-Mu adalah kewajibanku
Sabda-Mu adalah kerinduanku

Sekian lama aku mengembara ke dalam diriku
Ketahuilah bahwa aku makhluk yang lemah dan berdosa
Sebab sepanjang pengembaraanku, Engkau tak pernah kutemukan

Tuhan biarkan aku menemui-Mu dalam pengembaraanku
Sebab sekian lama aku merindukan-Mu

    Jordi Sahat
    Latest posts by Jordi Sahat (see all)