RT di Kota Depok Sunat Dana Bantuan Sosial Covid-19

RT di Depok Sunat Dana Bantuan Sosial Covid-19
©Pixabay

Nalar Politik – Kota Depok mendapat jatah bantuan sosial Rp7,5 miliar. Dana sebesar itu hanya diperuntukkan bagi puluhan ribu warga terdampak virus korona atau Covid-19.

Nahasnya, terjadi pungutan liar oleh RT setempat. Dari Rp250 ribu per KK bagi 30 ribu KK yang terpapar, RT menyunat masing-masing Rp25 ribu.

Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Heliana, mengiyakan tindakan itu. Sebagaimana dilansir Media Indonesia, ia mengakui jika ketidak-utuhan dana ke tangan para penerima dilakukan oleh RT bersangkutan atas inisiatif sendiri.

Hingga dalam keterangannya, Usman menampik jika terlibat dalam tindakan pungutan liar tersebut.

“Saya tidak kecipratan. Penyalur bansos (bantuan sosial) memang kami. Tapi RT yang secara langsung menyerahkan kepada masing-masing keluarga KPM (keluarga penerima manfaat),” jelasnya, Sabtu (18/4).

Diketahui, kasus penyunatan dana bansos KPM di wilayah ini terkuak setelah ratusan warga RT 005 RW 06 Kelurahan Mampang, Pancoramas, Kota Depok mengeluhkan pungli. Mereka mengaku hanya menerima uang dari RT Rp225 ribu. Padahal seharusnya Rp250 ribu.

Sekretaris Daerah Kota Depok pun mengatakan akan menindak tegas RT terkait yang melakukan pungli.

“Saya ingatkan RT/RW untuk tidak memungli dana yang bukan haknya. Apa pun alasannya. Karena memungli uang tersebut tidak berkah. Ini pidana yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Hardiono. [mi]

Baca juga: