RUU Cipta Kerja Meningkatkan Iklim Investasi dan Daya Saing

RUU Cipta Kerja Meningkatkan Iklim Investasi dan Daya Saing
©Kazakh TV

Nalar Politik – Upaya meningkatkan iklim investasi dan daya saing di Indonesia kembali didengungkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Langkah ini, menurutnya, sangat mendesak mengingat tak satu pun dari 33 perusahaan yang merelokasi kantornya dari Tiongkok tahun lalu nyantol ke Tanah Air.

Hal itu sekaligus mengindikasikan bahwa Indonesia memang belum ramah terhadap calon investor. Setiap ada potensi investasi yang akan masuk ke dalam negeri, selalu dijawab dengan regulasi yang tumpang tindih.

Sebagai solusi, Airlangga pun mengusulkan agar Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) segera disahkan. Pemerintah sadar bahwa sisi regulasi guna perbaikan iklim investasi di Indonesia masih sangat lemah.

“Segera menyelesaikan pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dengan DPR,” katanya dalam sambutan diskusi virtual, Rabu (16/9/2020).

Adapun sasaran dari regulasi yang terkandung dalam RUU Cipta Kerja tersebut adalah peningkatan kompetensi pencari lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja. Selain itu, mutu produktivitas pekerja serta peningkatan investasi juga diatur.

“Transformasi ekonomi ini diharapkan dapat melahirkan agar Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah dan mencapai pendapatan Indonesia maju di 2045 sebagai ekonomi terkuat di dunia,” jelasnya.

Diketahui, terdapat 33 perusahaan internasional yang sudah merelokasi kantornya dari Tiongkok. Tak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut yang masuk ke Indonesia.

Sebanyak 23 perusahaan justru memilih Vietnam. Sisanya lari ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand. [eb]

Baca juga: