Salah Arah

Aku tiba dalam peraduanmu
Kau tiba dalam peraduanku
Kita terpisah jarak, namun tak tersesat

Aku menyangka kau akan pulang
Kau mengira aku akan datang
Aku berdiri di depan rumah sepimu
Menunggu…

Kau duduk dengan lesu di dalam ruang asing milikku
Menunggu…

Ingar bingar tak kudengar, hari ini aku hanya menanti senyummu

Ramai dunia tak kau rasakan,  hari ini kau hanya rindu derap langkahku
Kita tergugu, merasa tertolak bahkan sebelum temu, sebelum suara lengkingamu kudengar merdu

Kita selesai dan kembali menuju peraduan masing-masing
Aku pulang, kau pulang
Dan kita tak pernah bertemu karena merasa dikecewakan tanpa alasan…

Malam

Malam selalu menyembunyikan pendarnya, kekasih…
Melelapkan mata yang lelah berjuang…
Menina-bobokkan harapan yang kian hari makin usang…

Malam selalu memiliki rahasia yang murni, kekasih…
Hiruk pikuknya tak pernah bisa mengalahkan sepi…
Bisingnya tak pernah meramaikan hati…

Pilu tetap pilu dan hati yang sakit tetap sakit…
Meliuklah, ada bahagia yang terpendam di balik sorot lampu malam…
Menguar segala kecewa meraup segala asa…

Mencari dalam Ruang Hampa

Mencari dalam ruang hampa
Akankah cinta masih sudi tersisa?
Menggaungkan rindu yang putus asa

Hiruk pikuk dunia tak lagi terasa
Mencari dalam ruang hampa
Aku tak menemukan kesejatian diriku
Lalu kehilangan seluruh percayamu,

Aku musnah dalam sekian detik
Dan adamu tak lagi menorehkan namaku
Mencari dalam ruang hampa

Aku terkungkung dalam sepi nestapa
Hadir hanya bayangmu tak pernah menyembuhkan luka
Kau pergi dengan kecewa karena tak kuburu larimu untuk ungkapkan cinta
Mencari dalam ruang hampa

Aku terhimpit dalam diam, lisanku tak berkenan berlisan
Mempersilahkanmu pergi dengan sesak dan aku selamanya terjebak dalam sesal
Mencari dalam ruang hampa

Latest posts by Hulyah Citra (see all)