Sandi Salahkan Pihak Swasta atas Terbengkalainya Kalijodo, Rian Ernest: Kok Lepas Tangan?

Sandi Salahkan Pihak Swasta atas Terbengkalainya Kalijodo, Rian Ernest Kok Lepas Tangan
Taman Kalijodo | Foto: Tribunnews

Nalar PolitikRian Ernest, politikus asal PSI, mengaku kecewa total dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Terkait terbengkalainya Kalijodo, dalam hal ini Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Anak (RPTRA) di sana, Sandi terkesan menyalahkan pihak swasta.

“Kecewa total baca pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tentang RTH dan RPTRA Kalijodo,” kata Rian.

Memang, beberapa hari terakhir, marak laporan warganet soal terbengkalainya Kalijodo. Digambarkan bagaimana kondisi Kalijodo per hari ini sangatlah buruk: sampah berserakan di mana-mana, tanahnya gersang, banyak tanaman mati, hingga sejumlah fasilitas pun rusak parah.

Lalu apa respons Sandi selaku Pemrov DKI Jakarta? Di berbagai media massa, Sandi tampak menyebut kondisi tersebut bukan semata tanggung jawab pihaknya, melainkan pula tanggung jawab masyarakat sekitar, terutama pihak swasta.

Artinya, terbengkalainya Kalijodo hari ini lantaran dulu dibangun oleh pihak swasta dan digunakan masyarakat, kemudian diserahkan Pemrov DKI Jakarta. Bahwa apa yang dibangun oleh swasta itu, kata Sandi, tidak ada kelanjutannya, tidak sustainable.

“Lho kok Sandi seolah-olah menyalahkan pihak swasta yang sudah membangun dan kemudian menyerahkannya pada pemerintah? Kok lepas tangan?” sesalnya.

Menurut Caleg PSI untuk DPR RI Dapil Jakarta I ini, Sandi seharusnya bersyukur bahwa pihak swasta (Sinar Mas Land) bersedia menyalurkan dana untuk membangun fasilitas-fasilitas di Kalijodo demi publik. Dan tugas Pemrov DKI Jakarta sekarang adalah tinggal merawatnya saja.

“Masa sih untuk merawat saja tidak bisa?”

Sebelumnya, PT Sinar Mas Land mengaku mengucurkan dana sebesar Rp100 miliar untuk merenovasi Kalijodo. Mereka menyerahkan fasilitas publik itu kepada Pemprov DKI Jakarta pada Maret 2017.

Selama tiga bulan, pihak swasta ini masih bertanggung jawab atas perawatannya. Tetapi, sejak Juli 2017, perawatan sepenuhnya berada di tangan Pemrov DKI Jakarta.

“Ternyata hasilnya begini. Menyedihkan!”

_____________

Baca juga: