Sebaiknya Papua Dikasih Bebas Saja

Sebaiknya Papua Dikasih Bebas Saja
©Straits Times

Kenapa banyak di antara kita yang seolah alergi dengan individu atau kelompok yang mau bebas atau merdeka? Padahal itu adalah kehendak yang mulia. Sifatnya luhur. Bahkan kita semua pun menghendakinya, kan?

Sudah dari dulu teman-teman Papua, lewat Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), menggaungkan nada-nada kebebasan ini di muka publik. Pokoknya ada banyak alasan kenapa mereka menuntut demikian, terutama karena ingin bebas menentukan nasib sendiri.

Berbarengan dengan banyaknya alasan mereka untuk berdiri bebas, pun tidak ada alasan bagi kita yang masih setia bernaung di NKRI ini untuk alergi, apalagi sampai menolak tuntutan mereka. Sebab konstitusi kita sendiri pun sudah mengamanatkan begini:

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Kalaulah kita sudah tidak meyakini lagi redaksi Pembukaan UUD 1945 di atas, maka kiranya cukup mengingat saja bahwa kondisi alamiah manusia adalah hidup bebas. Para filsuf kebebasan asali sudah pernah menegaskannya, dan memang masuk akal.

Untuk itulah kenapa judul tulisan ini langsung menjurus ke sana: sebaiknya Papua dikasih bebas saja. Sama-sama untung: mereka lega, kita terhindar dari konflik berkepanjangan nan mematikan.

Persoalan bagaimana mereka harus mengisi kebebasannya, ya biarkan mereka sendiri yang mengelolanya. Kita tidak patut menggurui. Biarkan mereka belajar sendiri tanpa tekanan.

Memang tidak semua bangsa Papua menghendaki hal serupa sebagaimana yang terus digaungkan teman-teman AMP. Tetap ada pula yang ingin bertahan dan setia terhadap NKRI beserta tetek bengeknya ini.

Meskipun mungkin jauh lebih banyak, itu bukan berarti harus jadi penghalang ketika ada segelintir orang yang memang ingin menentukan nasib sendiri. Dan di sinilah persis kerumitannya.

Pertanyaan akhirnya, bagaimana mengelola perbedaan pendapat itu?

Oh, Mimin sendiri tidak tahu. Maka Mimin cukupkan sampai di sini saja. Wassalam.

Baca juga:
Mimin NP
Latest posts by Mimin NP (see all)