Sebuah Gugatan

Sebuah Gugatan
©Wikipedia

Surat Cinta kepada Orator

Bersemilah cinta juru bicara kemanusiaan
Suaramu di panggung-panggung jalanan, menembus batas cakrawala
Mengabarkan tentang suka dan duka sampai ke batas semesta
Menghapus air mata ibu pertiwi dengan kobaran api keberanian
Tidurlah dengan dendam dan secercah harapan
Gugatan kepada martir perlawanan
Martir-martir perlawanan
Adakah yang masih rupawan
Menyampaikan gagasan dan pikiran yang radikal

Martir-Martir Perlawanan

Martir-martir perlawanan
Adakah yang masih melawan
Bukankah kau telah diberli oleh kekuasaan
Martir-martir perlawanan
Inilah puisi perlawanan untukmu
Puisi yang kutulis agar kau kembali ke medan perlawanan
Bukan untuk membela si anu dan si anu
Namun, untuk membela pikiran-pikiran

Puisi si Muka Dua

Puisi si Muka Dua
Sedari dulu aku menduga
Pada ucapmu yang terbuka, terselubung kepalsuan yang membabi-buta
Kau jegal orang-orang yang ingin berjuang
Kau pasang kacung-kacung untuk berdusta
Dengan kedok maslahat, kau tusuk kawan seiring sejalan

Puisi si Muka Dua
Dengan kedok dakwah, kau pasang para boneka
Agar kau bisa pegang ekor dan otak mereka
Hentikanlah wahai para durjana
Kau sedang merusak bahtera yang sedang berlayar

Gugatan untuk para pragmatis

Para pragmatis yang tak tau diri
Mengapa kau selalu berdiri dan menepuk dada
Kau durjana bermuka dua
Kau mainkan standar ganda
Hanya untuk jabatan dan pamor semata
Kedokmu seperti fatamorgana
Hentikanlah wahai penghamba
Kau sedang merusak idealitas para pejuang

Sekelumit Rindu untuk Pahlawan

Rindu kian menggebu
Kepada para pahlawan yang telah hilang dan menjadi abu
Terbang bersama sakit dan perih segenap anak bangsa
Yang kehilangan asa dan nyala untuk selalu berkata
Pahlawan seperti kita jadikan sebuah fatamorgana
Adakah kita ini durhaka
Ketika kita hanya menciptakan para penguasa

Para Idealis yang Terpental: Sebuah Pledoi

Para idealis yang terpental
Bangunlah, hujan tak akan menunggu mu
Hawa dingin akan menyelinap masuk di sela-sela rindu
Seketika kau membisu
Dan hilang menjadi abu

Sarjana Simbolik

Sarjana-sarjana simbolik
Mengapa kau tercipta
Berlari-lari tanpa nilai dan makna

Sarjana-sarjana simbolik
Siapa yang kau perjuangkan
Apakah kau sedang memperjuangkan kebanggaan-kebanggaan

Sarjana-sarjana simbolik
Untuk siapa kau bekerja
Apakah kau bekerja untuk isi perut mu saja

Sarjana-sarjana simbolik
Semoga segera bertaubat
Agar tidak menjadi penipu zaman

Sebuah Nyanyian Pikiran

Aku di sini sendiri
Berteman sepi dan berjuta narasi
Maukah dirimu mengerti
Angin semilir terus menyayat kulit
Serasa mesra dan terkadang begitu sadis

Maukah kau menemaniku
Bersama kita akan menyeberangi bentang cakrawala
Menembus berbagai dimensi
Sampai nanti
Sampai kita bisa berbicara dengan nurani

Generasi Frustrasi

Apakah kita ini generasi frustrasi
Generasi yang di gandrung oleh banyak informasi
Di zaman ini kita bingung untuk membedakan baik dan buruk
Semua keadaan telah dirasuki oleh ketidakpastian
Inilah zaman dimana ilmu pengetahuan begitu melimpah
Sampai kita bingung manakah yang sebenarnya ilmu dan pengetahuan

Pemimpin telah hilang ditelan masa
Kita hanya menciptakan para penguasa
Kita menciptakan orang yang mampu memegang senjata tanpa kita beri tahu cara menggunakanya
Generasi kita adalah kumpulan yang terasing
Berada di sudut paling jauh dan sukar untuk kembali
Generasi kita adalah keragu-raguan
Yang kita sendiri bingung untuk menciptakan kepastian

Sekelumit Gelisah Kaum Muda

Tidurlah bersama amarah
Malam semakin larut kawan
Ia menelan sepi dan sejuta pikiran
Aku ingin mengajakmu untuk melawan lupa
Aku ingin mengajakmu, membicarakan tentang sebuah kisah duka yang membawa luka
Ini kisah tentang cita-cita reformasi kita yang dihancurkan oleh maling-maling
Aku sedih dan ingin mengajak mu untuk berpaling
Tetapi aku enggan melakukan itu karena kita terikat sumpah dan janji dengan kebenaran
Kawan…
Aku ingin mengajakmu untuk membangkang dan melawan
Bersama kita akan habiskan energi untuk berteriak dan meluapkan amarah
Jangan anggap ini tidak berdampak
Karena tanpa suara kita sejarah tidak akan bergerak

Tentang Rindu

Sudah pagi
Hari sudah berganti
Waktu terus melaju
Menumbuhkan sejuta rindu
Memberi makna kepada setiap yang berjarak
Seakan membawa kabar tentang air mata
Bercerita tentang orang-orang terkasih yang sudah mencapai nirwana

Mentari akan segera tampak
Seolah beranjak
Dan menyambut titah semesta
Mentari adalah tanda
Kepada setiap yang pergi dan tiba
Kepada setiap doa yang terus menggema

Miftah Rinaldi Harahap
Latest posts by Miftah Rinaldi Harahap (see all)