Secercah Harapan untuk Ayah

Secercah Harapan untuk Ayah
Ilustrasi: Sastra Indonesia

Bermain dengan kata, menyisipkan metafora
Luka dan darah, nasihat juga cinta
Pikiranku diluluhlantakkan hari-hari yang semakin melelah
Seketika menerawang perihal foto seorang sarjana muda dengan anak kecil yang ayah gendong

Linimasa telah menyongsong hari bahagia
Bukan harta yang diharap, bukan juga nominal angka
Melainkan, nasihat kehidupan yang bijaksana
Juga aliran syaraf yang terbalut dalam doa

Umur menjadi hal yang menakutkan bagi siapa saja
Karena di sana terselip ajal yang takkan pernah kita duga
Sehelai demi sehelai rambut itu mulai memutih dan menua
Harapan dan doa selalu kupanjatkan untuk ayah

Setiap tetes keringat tanda lelah namun tak pernah diperlihatkannya
Setiap derai nafas yang tersengal di sanalah tertumpuk harapan berkah

Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Sedangkan ayah adalah pahlawan yang sesungguhnya
Bagi seorang anak muda, ayah menjadi sahabat terbaik baginya
Tidak ada penghianatan dan tidak ada penyesalan

Semua perselisihan diselesaikan dengan bijaksana
Semua harapan digenggam dengan asa
Semua pengorbanan berlandaskan dengan cinta
Dan pada akhirnya semua keberkahan mengalir dalam darah

Di keheningan malam, muncul secercah harapan
Mulai kurajut kata dengan aksara secara perlahan
Kutulis puisi akan gambaran perasaan
Hingga sampai pada kata penghabisan

Asa dan doa selalu tercurahkan
Untuk seorang ayah yang bergelar pahlawan
Umur yang panjang, juga kesehatan menjadi sebuah doa kedamaian
Ku ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk sang Pejuang Harapan

___________________

*Klik di sini untuk membaca sajak-sajak lainnya.

    Latest posts by Muchsin Fadly (see all)